Musim kemarau mulai menekan kebutuhan dasar warga di Kabupaten Ciamis. BPBD Kabupaten Ciamis kini menurunkan tim untuk mengasesmen wilayah yang terdampak kekeringan, terutama setelah laporan mengenai sulitnya air bersih mulai masuk dari lapangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi terdampak dan menyesuaikan bantuan yang dibutuhkan warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan asesmen dilakukan agar dampak kekeringan bisa dipetakan langsung sebelum penanganan berikutnya dijalankan.
Wilayah yang Mulai Mengalami Dampak
Hingga saat ini, laporan yang diterima BPBD baru berasal dari Pemerintah Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Laporan tersebut berkaitan dengan kebutuhan air bersih dan lahan yang kering di wilayah itu.
Di Desa Kawasen, warga disebut sudah meminta bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena dampak kemarau mulai terasa. Kondisi ini membuat koordinasi di tingkat kecamatan ikut berjalan, termasuk soal tempat penampungan air.
| Wilayah | Laporan | Kondisi Utama |
|---|---|---|
| Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari | Sudah masuk ke BPBD | Kebutuhan air bersih dan lahan kering |
Langkah Antisipasi BPBD
BPBD Ciamis sebelumnya sudah memetakan wilayah rawan kekeringan. Lembaga ini juga menyiagakan personel dan empat truk tangki air untuk memasok kebutuhan air bersih warga jika situasi memburuk.
Masing-masing truk tangki memiliki kapasitas 5 ribu liter, sehingga pasokan dapat segera digerakkan ke titik yang membutuhkan. Dengan kesiapsiagaan itu, penanganan diharapkan bisa lebih cepat saat laporan dari desa lain mulai masuk.
| Upaya | Rincian |
|---|---|
| Pemetaan | Wilayah rawan kekeringan sudah diidentifikasi sebelumnya |
| Kesiapsiagaan personel | Personel disiagakan untuk penanganan lapangan |
| Armada air bersih | 4 truk tangki, masing-masing berkapasitas 5 ribu liter |
Peringatan Menjelang Puncak Kemarau
BPBD Ciamis juga mengacu pada laporan BMKG yang memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus mendatang. Karena itu, warga diminta segera melapor jika membutuhkan air bersih agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Ani Supiani juga mengimbau warga agar menggunakan air secara lebih bijak dalam aktivitas harian. Imbauan ini menjadi penting karena permintaan air bersih berpotensi bertambah seiring kemarau yang terus berlangsung di sejumlah wilayah Ciamis.
Source: jabar.antaranews.com






