BP Batam kembali memperkuat posisinya dalam peta investasi digital nasional melalui kerja sama strategis dengan PT PLN Batam dan PT Digitalland Service One atau DayOne. Kesepakatan ini membuka jalan bagi pengembangan pusat data hyperscale kedua di Kota Batam, sekaligus menegaskan bahwa kawasan tersebut semakin dilirik sebagai simpul infrastruktur digital di Asia Tenggara.
Dukungan yang diberikan tidak hanya menyangkut pasokan listrik, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem penunjang pusat data. Dalam proyek ini, Batam diarahkan menjadi lokasi yang mampu menjawab kebutuhan industri digital modern yang menuntut keandalan energi, kepastian administrasi, dan kesiapan kawasan industri.
Pasokan listrik besar untuk kebutuhan hyperscale
Salah satu poin penting dari kerja sama tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau PJBTL untuk pelanggan data center terbesar di Indonesia. Kapasitas yang disiapkan mencapai 511 MVA atau setara 450 megawatt, angka yang menunjukkan skala kebutuhan energi yang sangat besar untuk operasional pusat data.
Pasokan listrik itu disiapkan untuk mendukung pengembangan pusat data DayOne di Kabil Industrial Tech Park secara bertahap pada 2026-2027. Ketersediaan energi dengan kapasitas besar menjadi elemen krusial, karena pusat data hyperscale membutuhkan suplai yang stabil dan andal agar layanan komputasi tetap berjalan tanpa gangguan.
Kehadiran PLN Batam dalam proyek ini memberi fondasi operasional yang lebih kuat bagi ekspansi ekosistem digital di Batam. Bagi investor, kepastian pasokan energi menjadi salah satu faktor utama sebelum menempatkan modal pada infrastruktur data berskala besar.
Batam dipandang kompetitif di kawasan
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai kesiapan infrastruktur dan kepastian regulasi menjadi daya tarik utama bagi investor global. Ia menyebut integrasi lahan, kepastian hukum, dan keandalan energi di bawah BP Batam membentuk ekosistem yang kompetitif di tingkat regional.
Amsakar juga menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Dalam konteks itu, pusat data bukan hanya proyek teknologi, tetapi juga instrumen untuk memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi strategis.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Batam tengah bergerak dari kawasan industri tradisional menuju pusat pertumbuhan digital. Perubahan posisi ini didorong oleh kombinasi antara kebijakan, infrastruktur, dan kebutuhan global terhadap layanan data yang terus meningkat.
Ekspansi DayOne berlanjut ke Kabil
Pengembangan di Kabil mengikuti keberhasilan proyek DayOne sebelumnya di Nongsa Digital Park. Dengan dukungan BP Batam dan PLN Batam, proyek baru ini dirancang sebagai platform berperforma tinggi untuk komputasi berbasis kecerdasan buatan atau AI serta layanan cloud bagi kawasan Asia-Pasifik.
Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, menyebut kemudahan administrasi dari BP Batam sebagai faktor penting dalam keputusan ekspansi perusahaan. Ia juga menilai pengembangan ini memperkuat strategi DayOne dalam membangun platform infrastruktur digital terkemuka di Asia.
Jamie turut menyinggung model Singapura-Johor-Batam atau SIJORI yang dikembangkan perusahaan sebagai platform pusat data lintas batas yang terintegrasi di Asia Tenggara. Penyebutan model itu menegaskan bahwa Batam kini masuk dalam jaringan digital regional, bukan sekadar lokasi penempatan fasilitas fisik.
Energi hijau ikut masuk ke agenda investasi
Selain pasokan listrik untuk pusat data, BP Batam dan PLN Batam juga menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS dengan kapasitas di atas 200 MWp di wilayah kerja BP Batam. Inisiatif ini disebut sebagai yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Kehadiran energi bersih memberi nilai tambah bagi investor yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis. Industri digital kini semakin memperhatikan jejak karbon, sehingga proyek energi hijau menjadi pelengkap penting bagi ekosistem pusat data yang sedang dibangun di Batam.
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menilai sinergi antara PLN Batam, DayOne, dan BP Batam akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Infrastruktur pendukung ikut disiapkan
Kerja sama yang ditandatangani tidak berhenti pada penyediaan listrik, tetapi juga mencakup solusi infrastruktur terintegrasi untuk ekosistem data center. Dokumen tersebut meliputi kajian penyediaan jaringan fiber optik serta layanan pemeliharaan infrastruktur kritis yang dibutuhkan pusat data modern.
Penguatan infrastruktur ini penting karena pusat data hyperscale memerlukan konektivitas, stabilitas jaringan, dan layanan pendukung yang andal. Dengan dukungan itu, Batam semakin diposisikan sebagai bagian dari model SIJORI yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam dalam satu ekosistem digital lintas batas.
BP Batam juga menilai kehadiran pusat data besar akan memberi dampak pengganda bagi ekonomi lokal. Proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja di sektor teknologi dan memperkuat kedaulatan digital nasional melalui infrastruktur yang lebih mandiri dan terintegrasi.
