Samsung Galaxy Z Fold8 dirumorkan tidak lagi mengusung bentuk layar yang terlalu memanjang seperti sejumlah pendahulunya. Bocoran terbaru mengarah pada desain wide atau passport-style yang membuat perangkat ini lebih pendek dan lebar.
Perubahan rasio tersebut berpotensi mengubah cara ponsel lipat Samsung digunakan sehari-hari. Saat tertutup, bentuknya disebut dapat terasa lebih mendekati smartphone konvensional, sementara layar dalamnya menawarkan ruang kerja ala tablet mini.
Format Baru yang Lebih Natural
Materi pemasaran yang beredar menjelang Galaxy Unpacked menjadi salah satu petunjuk mengenai perubahan desain ini. Namun, Samsung belum mengumumkan spesifikasi maupun fitur Galaxy Z Fold8 secara resmi sehingga seluruh detail masih bersifat sementara.
Menurut informasi yang dihimpun inet.detik.com, layar luar Galaxy Z Fold8 diperkirakan memiliki ukuran sekitar 5,5 inci. Layar utama disebut tetap berada di ukuran 7,6 inci, tetapi menggunakan proporsi lebih lebar dengan rasio yang mendekati 4:3.
Rasio tersebut dapat memberi tampilan lebih lapang ketika membuka dokumen, membaca artikel, atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Bentuk layar yang lebih mendekati persegi juga berpotensi membuat penggunaan dalam mode terbuka terasa lebih seperti tablet kecil.
| Bagian | Bocoran Detail | Potensi Penggunaan |
|---|---|---|
| Layar luar | Sekitar 5,5 inci | Aktivitas saat perangkat tertutup |
| Layar utama | 7,6 inci, rasio lebih lebar | Multitasking dan dokumen |
| Ketebalan terbuka | Sekitar 4,5-4,9 mm | Profil lebih ramping |
| Bobot | Sekitar 199-210 gram | Lebih nyaman dibawa |
Engsel Baru dan Lipatan yang Lebih Samar
Perubahan bentuk ini juga dikabarkan akan didukung teknologi engsel Flex Titanium generasi baru. Engsel tersebut disebut dirancang untuk membuat bekas lipatan layar lebih samar sekaligus meningkatkan ketahanan perangkat.
Dalam keadaan terbuka, Galaxy Z Fold8 diperkirakan memiliki ketebalan antara 4,5 mm hingga 4,9 mm. Bobotnya dirumorkan berada di rentang 199 gram sampai 210 gram, meski angka final masih menunggu pengumuman Samsung.
Pendekatan desain wide ini disebut sejalan dengan format yang juga dirumorkan untuk perangkat foldable pertama Apple. Jika terealisasi, arah desain tersebut dapat menjadi pembeda dari ponsel lipat yang selama ini lebih banyak memakai layar utama dengan proporsi memanjang.
Performa untuk Multitasking dan Galaxy AI
Di sektor dapur pacu, Galaxy Z Fold8 dirumorkan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chip ini disebut akan dipadukan dengan RAM hingga 16 GB serta pilihan penyimpanan 256 GB, 512 GB, dan 1 TB.
Konfigurasi tersebut diproyeksikan untuk menopang gaming, pekerjaan multitasking, dan fitur Galaxy AI generasi baru. Kemampuan AI yang lebih agentic juga dikabarkan dapat membantu perangkat menangani tugas yang lebih kompleks berdasarkan perintah pengguna.
Untuk kamera, bocoran menyebut kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP akan ditempatkan di bagian belakang. Kamera depan 10 MP dikabarkan tersedia di cover screen serta layar utama, sedangkan kamera telephoto khusus kemungkinan tidak disertakan.
Kamera utama disebut dapat menawarkan pembesaran dengan kualitas setara optical zoom 2x. Susunan kamera ini tetap belum dapat dipastikan sebelum konfigurasi final perangkat diumumkan.
Baterai dan Harga Masih Menunggu Kepastian
Kapasitas baterai Galaxy Z Fold8 dirumorkan berada di kisaran 4.800 mAh hingga 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W. Perangkat ini juga disebut mampu memutar video hingga sekitar 26 jam.
Sistem operasinya kemungkinan langsung memakai One UI 9 berbasis Android 16. Antarmuka tersebut dikabarkan membawa optimalisasi layar lipat dan integrasi Galaxy AI yang lebih mendalam.
Bocoran dari retailer Eropa menyebut harga awal Galaxy Z Fold8 berada di sekitar 1.999 euro. Harga di setiap negara dapat berbeda karena pilihan penyimpanan, pajak, serta kebijakan pasar setempat.
Samsung juga dikabarkan menyiapkan sekitar 2,8 juta unit Galaxy Z Fold8, lebih banyak dibanding perkiraan produksi Galaxy Z Fold8 Ultra yang sekitar dua juta unit. Rincian harga dan jadwal penjualan di Indonesia diperkirakan baru akan terungkap setelah peluncuran global.
