Setelah mengalami kerugian sekitar Rp2 miliar dari bisnis travel umrah dan haji, Bobby Tince mengalihkan fokusnya ke usaha kuliner. Komedian dan pesinetron itu kini membesarkan warung nasi di kawasan kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Perubahan arah usaha tersebut bukan hanya soal bisnis baru, melainkan juga cara Bobby mengatur waktu agar lebih dekat dengan keluarga. Ia menilai usaha yang dijalankan di satu wilayah membuatnya lebih mudah hadir untuk mantan istri dan anaknya.
Travel Umrah Tak Lagi Dikelola
Bobby memastikan dirinya sudah tidak lagi mengelola bisnis perjalanan ibadah yang pernah dirintisnya. Pengelolaan usaha itu, menurutnya, telah dilepas kepada pihak lain setelah mengalami kebangkrutan.
Dalam program Pagi-pagi Ambyar Trans TV di Mampang, Jakarta Selatan, Bobby mengatakan tidak mengetahui siapa yang kini memegang bisnis tersebut. “Jadi sekarang mungkin dipegang sama yang lain, saya nggak tahu sama siapa,” kata Bobby Tince, seperti dikutip detikHot.
| Usaha | Status Bobby Tince | Keterangan |
|---|---|---|
| Travel umrah dan haji | Tidak lagi dikelola | Pernah bangkrut dengan kerugian sekitar Rp2 miliar |
| Warung nasi | Menjadi fokus usaha | Berlokasi di kawasan kaki Gunung Salak, Bogor |
Kebangkrutan tersebut menjadi titik perubahan bagi Bobby dalam menentukan usaha yang akan ditekuni. Ia memilih membesarkan warung nasi sebagai kegiatan bisnis utama setelah tidak lagi memegang tanggung jawab operasional travel.
Usaha kuliner dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pengaturan aktivitasnya saat ini. Berbeda dengan bisnis perjalanan, warung nasi memungkinkan Bobby menjalankan usaha tanpa harus sering meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Pertimbangan Waktu Bersama Keluarga
Bobby menyebut perjalanan terkait bisnis travel kerap membuatnya berada jauh dari rumah hingga berhari-hari. Kondisi itu membuat pengawasan dan kebersamaannya dengan anak menjadi lebih sulit diatur.
“Karena saya sekarang lagi fokus besarin warung saya, supaya saya juga bisa atur waktu sama (mantan) istri saya, anak saya,” ujar Bobby. Ia memandang keberadaan usaha di wilayah yang sama dapat membantunya membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Keputusan mengembangkan warung nasi juga menunjukkan bahwa arah usaha Bobby kini lebih bertumpu pada aktivitas yang dapat ia pantau secara langsung. Lokasi usaha di Bogor menjadi bagian dari pertimbangannya untuk tidak terlalu sering bepergian.
Masih Membantu Konsultasi Umrah
Meski tidak lagi mengelola travel, Bobby tetap membuka diri untuk membantu orang yang ingin berkonsultasi mengenai perjalanan umrah. Bantuan itu terutama berkaitan dengan pertanyaan dasar tentang biro perjalanan dan pilihan penyelenggara.
Ia membedakan peran tersebut dengan menjalankan bisnis travel seperti sebelumnya. Bobby menyebut pemberian informasi seputar umrah masih dapat menjadi bentuk syiar secara tidak langsung.
“Jadi kalau ada teman-teman yang konsultasi masalah per-umrah-an, tetap saya handle. Karena kan itu sama aja syiar secara nggak langsung ya,” ungkapnya.
Dengan fokus baru pada warung nasi, Bobby menutup fase pengelolaan bisnis travel yang sempat menimbulkan kerugian besar. Namun, ia tetap bersedia memberi arahan ketika ada masyarakat atau teman yang membutuhkan informasi dasar mengenai umrah.
Source: hot.detik.com






