BMKG mengingatkan warga Sumatra Utara untuk bersiap menghadapi cuaca ekstrem pada Selasa, 7 Juli 2026. Hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diperkirakan muncul di sejumlah wilayah, dengan malam hari menjadi periode yang paling menekan.
Prakiraan itu terutama menyoroti kawasan pegunungan, lereng timur, pantai barat, dan lereng barat Sumatra Utara. Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Paramitha, menjelaskan bahwa arus siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera membentuk belokan angin dan mendorong pertumbuhan awan hujan.
Potensi hujan meluas dari siang hingga dini hari
BMKG menyebut udara yang cukup labil ikut memperkuat proses konvektif sehingga pembentukan awan hujan berlangsung lebih aktif. Dampaknya, peluang cuaca ekstrem tidak hanya terbatas di satu waktu, melainkan dapat berkembang sepanjang hari di beberapa daerah.
| Waktu | Perkiraan Kondisi | Wilayah Terdampak |
|---|---|---|
| Pagi | Berawan, dengan hujan ringan hingga lebat disertai petir atau angin kencang | Mandailing Natal |
| Siang hingga sore | Hujan ringan | Labuhanbatu, Asahan, Padanglawas Utara, Simalungun, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Padang Lawas |
| Malam | Hujan intensitas sedang di hampir seluruh wilayah | Terutama Medan, Deli Serdang, dan Langkat |
| Dini hari | Hujan ringan masih berpotensi turun | Medan, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Langkat |
Masuk malam hari, hujan diprakirakan lebih merata dan intensitas sedang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah. Perhatian khusus diarahkan ke Medan, Deli Serdang, dan Langkat karena wilayah-wilayah itu masuk dalam pantauan cuaca yang lebih aktif.
Pola hujan belum langsung mereda setelah tengah malam. Pada dini hari, hujan ringan masih berpeluang mengguyur Medan, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Langkat.
Parameter cuaca dan kondisi terkini
BMKG mencatat suhu udara di Sumatra Utara berada pada kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan 68 hingga 100 persen, sementara angin bertiup dari selatan ke barat daya dengan kecepatan 5 hingga 20 km/jam.
Hingga Senin malam pukul 20.20 WIB, data tervalidasi BMKG menunjukkan Madras Hulu, Medan Polonia, terpantau berawan tebal dengan suhu 27 derajat Celsius. Pemantauan itu menjadi bagian dari upaya membaca perubahan cuaca menjelang puncak potensi hujan pada Selasa.
BMKG meminta masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah antisipasi dinilai penting agar dampak hujan lebat, petir, dan angin kencang bisa diminimalkan saat cuaca berubah cepat di Sumatra Utara.
Source: mediaindonesia.com






