BJ30 HEV Dirakit Lokal, Harga BAIC Ternyata Tak Banyak Bergeser

Author: Cung Media

Rencana BAIC Indonesia merakit lokal BJ30 HEV mulai Agustus 2026 memang memunculkan harapan harga turun. Namun, sinyal yang muncul justru sebaliknya: banderol model hybrid ini diperkirakan tidak akan berubah drastis.

BAIC menyebut harga BJ30 HEV sudah disusun dengan mempertimbangkan skema CKD sejak awal. Karena itu, manfaat perakitan lokal disebut telah diakomodasi lebih dulu dalam struktur harga jual.

Harga sudah dihitung dari awal

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan saat pertama kali diperkenalkan, harga BJ30 HEV seharusnya berada di kisaran Rp 600 jutaan. Namun, perusahaan memilih menahan struktur harga agar transisi ke produksi dalam negeri tidak memunculkan lonjakan atau perubahan besar di kemudian hari.

Dengan strategi itu, ekspektasi penurunan harga setelah produksi lokal dimulai perlu disikapi hati-hati. Jika ada koreksi, BAIC mengindikasikan nilainya kemungkinan tidak terlalu besar.

Dhani juga menjelaskan bahwa perusahaan ikut menanggung sebagian penyesuaian biaya agar harga yang diterima konsumen tetap terkendali. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar, bukan sekadar mengejar pangsa pasar.

Jadi model CKD kedua BAIC di Indonesia

BJ30 HEV akan menjadi model kedua BAIC yang dirakit secara completely knocked down di Indonesia. Sebelumnya, BJ40 Plus lebih dulu masuk jalur CKD di fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat, sejak Juni 2025.

Masuknya BJ30 HEV ke jalur produksi lokal menandai kelanjutan strategi BAIC untuk memperkuat posisinya di pasar nasional. Di saat yang sama, langkah ini juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kandungan lokal produk yang dipasarkan di Indonesia.

Kontributor terbesar penjualan BAIC

Keputusan merakit lokal BJ30 HEV juga tidak datang tanpa alasan. Berdasarkan data retail BAIC Indonesia periode Januari–Mei 2026, total penjualan merek ini mencapai 335 unit.

Dari jumlah tersebut, BJ30 HEV menyumbang 156 unit atau 46,6 persen dan menjadi kontributor terbesar. Angka itu berada di atas BJ40 Plus yang mencatat 135 unit atau 40,3 persen, sementara X55 II menyumbang 44 unit atau 13,1 persen.

Model Penjualan Retail Jan–Mei 2026 Porsi
BJ30 HEV 156 unit 46,6%
BJ40 Plus 135 unit 40,3%
X55 II 44 unit 13,1%

Dominasi BJ30 HEV membuat rencana perakitan lokalnya menjadi langkah strategis bagi BAIC. Model ini sudah menjadi tulang punggung penjualan, sehingga keputusan soal produksi dan harga akan sangat berpengaruh terhadap posisi merek di Indonesia.

Dampak untuk calon pembeli

Bagi konsumen, pesan yang paling penting adalah perakitan lokal belum tentu berarti harga akan turun banyak. BAIC memberi sinyal bahwa harga saat ini sudah dirancang dengan asumsi menuju CKD, sehingga manfaat produksi lokal lebih mungkin terasa pada stabilitas harga.

Karena itu, pembeli yang menunggu BJ30 HEV rakitan lokal demi selisih harga besar tampaknya perlu menyesuaikan ekspektasi. Meski begitu, langkah ini tetap penting karena menunjukkan komitmen BAIC yang lebih dalam terhadap pasar Indonesia.

Setelah BJ40 Plus lebih dulu dirakit di Purwakarta, BJ30 HEV kini disiapkan menyusul sebagai model CKD berikutnya mulai Agustus 2026. Model inilah yang selama periode Januari–Mei 2026 juga menjadi penyumbang penjualan terbesar BAIC Indonesia.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru