Bitcoin Tertekan, Strategiwan Ini Tak Menutup Peluang Jatuh ke $40.000

Author: Cung Media

Bitcoin kembali berada di bawah tekanan berat setelah turun menembus $60.000 dan bergerak menuju bulan terburuknya sejak Juni 2022. Pelemahan ini menambah daftar kekhawatiran pasar, apalagi aset kripto terbesar itu sudah terkoreksi sekitar 33% sepanjang tahun.

Kontras dengan reli awal Oktober yang sempat membawa Bitcoin ke rekor tertinggi, pergerakan terbaru justru menunjukkan pembalikan arah yang tajam. Juni pun menjadi bulan yang sangat lemah, dengan Bitcoin menuju akhir bulan di bawah 19%.

Tekanan jual belum menunjukkan titik reda

Bitcoin kini masih sekitar 52% di bawah puncak rekornya, dan tren turun itu terus terbentuk dalam beberapa bulan terakhir. Aksi jual dan likuidasi paksa ikut memperkuat pola yang mirip dengan fase penurunan besar di siklus sebelumnya.

Meski begitu, beberapa analis menilai kondisi kali ini tidak sepenuhnya sama. Menurut Ed Engel dari Compass Point, siklus kripto biasanya berakhir dengan ledakan besar, tetapi kali ini belum terlihat kebangkrutan besar yang identik dengan pasar bearish sebelumnya.

Engel juga menilai deleveraging sejauh ini lebih banyak tertahan di pasar terdesentralisasi. Artinya, tekanan belum merembet luas ke industri kripto yang lebih besar.

Indikator Posisi Bitcoin
Pergerakan harga terbaru Turun di bawah $60.000
Kinerja sepanjang tahun Turun sekitar 33%
Posisi dari puncak rekor Sekitar 52% di bawah level tertinggi
Kinerja Juni Menuju akhir bulan di bawah 19%

ETF dan kebijakan moneter ikut menekan sentimen

Tekanan lain datang dari kekhawatiran soal kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Jika bank sentral makin mengetatkan kebijakan, likuiditas pasar berpotensi semakin menyusut.

Di saat yang sama, ETF spot bitcoin yang terdaftar di bursa AS diperkirakan mencatat arus keluar bulanan terbesar sejak diluncurkan pada Januari 2024. Data Bloomberg menunjukkan investor telah menarik lebih dari $4,1 miliar dari 13 dana tersebut sepanjang Juni.

Arus dana itu penting karena ETF menjadi salah satu jalur utama masuknya modal ke Bitcoin. Saat arus keluar membesar, tekanan terhadap harga biasanya ikut meningkat.

Strategi besar ikut memberi sinyal berbeda

Di tengah pasar yang rapuh, Strategy sempat meredakan kekhawatiran pada Senin setelah mengumumkan dana lebih dari $1 miliar untuk memperkuat cadangan kas, bukan untuk menambah pembelian bitcoin. Langkah itu dipandang memberi sinyal yang lebih meyakinkan soal likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar dividen.

Namun, pasar belum melihat tanda jelas bahwa Bitcoin sudah mencapai dasar. David Grider dari Finality Capital Partners menilai harga masih belum menemukan titik terendah.

“Menurut saya kita belum akan bottom sampai September atau Oktober untuk bitcoin dan sebagian besar aset digital di sekitarnya juga,” kata Grider kepada Yahoo Finance pada Selasa. Ia menambahkan bahwa level $40.000 atau $45.000 tidak akan dianggap tidak wajar.

Dengan tekanan makro, arus keluar ETF, dan deleveraging yang belum sepenuhnya selesai, Bitcoin masih berada dalam fase yang rapuh. Selama faktor-faktor itu belum mereda, volatilitas lanjutan tampaknya masih sulit dihindari.

Terbaru