Bitcoin kembali kehilangan pijakan setelah turun di bawah $60.000 dan kini melaju menuju kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022. Tekanan jual yang belum mereda membuat aset kripto terbesar di dunia kembali dipantau ketat oleh pelaku pasar.
Di tengah pelemahan itu, bitcoin masih mencatat penurunan 33% secara year to date pada paruh pertama tahun ini. Pada saat yang sama, S&P 500 justru naik 8%, memperlebar kontras antara aset digital dan pasar saham utama Amerika Serikat.
Tekanan jual belum selesai
Penurunan terbaru terjadi setelah bitcoin merosot dari rekor tertingginya pada awal Oktober. Pola jual dan likuidasi paksa yang muncul saat ini disebut mirip dengan fase penurunan besar pada siklus sebelumnya.
Namun, kondisi kali ini berbeda dari beberapa kejatuhan lama karena belum ada kebangkrutan besar yang biasanya memperparah pasar bearish kripto. Tekanan deleveraging juga disebut masih terkonsentrasi di pasar terdesentralisasi dan belum menyebar luas ke seluruh industri kripto.
ETF Spot dan suku bunga menambah tekanan
Sentimen pasar ikut tertekan oleh kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve. Jika bank sentral memperketat kebijakan moneter, likuiditas yang makin tipis menjadi perhatian utama bagi investor aset berisiko.
Di saat yang sama, ETF spot bitcoin yang tercatat di AS bergerak menuju arus keluar bulanan terbesar sejak peluncurannya pada Januari 2024. Menurut data Bloomberg, investor telah menarik lebih dari $4,1 miliar dari 13 produk itu sepanjang Juni.
| Indikator | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Bitcoin | -33% | Year to date pada paruh pertama tahun ini |
| S&P 500 | +8% | Periode yang sama |
| ETF spot bitcoin AS | >$4,1 miliar | Arus keluar sepanjang Juni dari 13 produk |
Skenario $40.000 masih terbuka
David Grider dari Finality Capital Partners menilai bitcoin belum mencapai titik terendah. Ia memperkirakan dasar pasar baru mungkin terbentuk pada September atau Oktober untuk bitcoin dan sebagian besar aset digital di sekitarnya.
Grider juga menilai level $40.000 atau $45.000 masih wajar untuk dipertimbangkan. Pandangan itu muncul ketika bitcoin masih berada sekitar 52% di bawah puncak rekornya, sehingga ruang penurunan tetap menjadi perhatian pasar.
Strategy ikut dipantau investor
Salah satu perkembangan yang sempat meredakan kekhawatiran datang dari Strategy, perusahaan treasury aset digital dengan kode saham MSTR. Perusahaan itu pada Senin mengatakan telah mengumpulkan lebih dari $1 miliar untuk menambah cadangan kas, bukan untuk membeli bitcoin lagi.
Langkah tersebut dipandang lebih menenangkan bagi investor karena terkait likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar dividen. Compass Point analyst Ed Engel menulis bahwa siklus kripto secara historis kerap berakhir dengan ledakan besar, dan MSTR sempat menjadi kandidat utama bagi para bearish.
Engel menambahkan bahwa siklus kali ini belum menghadapi insolvensi besar yang terkait dengan leverage atau fraud. Menurut dia, masalah deleveraging yang terjadi sejauh ini masih terbatas di pasar terdesentralisasi, belum berubah menjadi krisis yang menyapu industri kripto secara luas.
