Bitcoin Tertekan di Bawah $60,000, Arus Keluar ETF dan Lari ke Saham AI Mengguncang Pasar

Author: Cung Media

Bitcoin kembali kehilangan tenaga setelah turun ke $59,023.98 pada Rabu, 24 Juni. Level itu menjadi yang terendah sejak 10 Okt. 2024 dan menegaskan tekanan yang masih berat di pasar kripto.

Di saat yang sama, bear market yang sedang berlangsung kini memasuki bulan kedelapan berturut-turut. BTC juga sempat jatuh di bawah $60,000 untuk ketiga kalinya tahun ini, menandakan minat beli belum cukup kuat untuk menahan pelemahan.

Arus keluar ETF terus menekan harga

Tekanan terbesar datang dari spot Bitcoin ETF yang masih mencatat arus keluar. Data SoSoValue menunjukkan produk ini sudah membukukan arus keluar sebesar $182 juta sejauh pekan ini.

Kondisi tersebut menempatkan spot Bitcoin ETF di jalur untuk mencatat arus keluar bersih selama tujuh pekan berturut-turut. Total aset yang dikelola juga menyusut menjadi $77.5 miliar dari sekitar $113 billion pada akhir 2025.

Penjualan yang terus berlanjut membuat penerbit ETF harus menjual Bitcoin yang menjadi dasar dana tersebut. Mekanisme ini menambah suplai ke pasar pada saat sinyal permintaan institusional masih terbatas.

Modal beralih ke aset lain

Selain tekanan dari ETF, pasar juga menghadapi perpindahan modal ke aset lain. Pada sesi Rabu, investor terlihat melakukan reposisi menjelang laporan laba Micron Technology setelah penutupan pasar.

Selama 2026, modal disebut terus mengalir dari kripto ke saham AI, IPO, dan pasar prediksi. Pergeseran ini mengurangi likuiditas yang tersedia bagi Bitcoin dan membuat pemulihan harga semakin sulit.

Di sisi lain, dukungan regulasi yang sempat diharapkan juga belum hadir sesuai jadwal. CLARITY Act, rancangan utama untuk membentuk kerangka struktur pasar kripto di AS, punya waktu sekitar lima pekan untuk melewati tahapan prosedural penting sebelum reses musim panas Kongres.

Bantalan institusional belum cukup kuat

Meski turun tajam, sebagian pelaku pasar menilai penurunan kali ini tidak seekstrem siklus bear market sebelumnya. Sam Callahan, direktur strategi dan riset Bitcoin di OranjeBTC, mengatakan basis investor yang lebih besar dan lebih likuid membuat ayunan harga Bitcoin tidak seekstrem dulu.

Ia menyebut kondisi saat ini sebagai bear market yang tetap berat, tetapi dengan volatilitas yang lebih terkendali dibanding periode sebelumnya. Basis kepemilikan yang lebih luas juga membuat Bitcoin tidak lagi semata-mata aset kecil yang didominasi investor ritel.

Namun, ketahanan itu masih akan diuji oleh arah arus ETF dan respons pasar terhadap kinerja Micron. Analis juga masih menunggu apakah sinyal titik terendah Bitcoin yang dibicarakan dalam beberapa pekan terakhir benar-benar memicu pembelian berkelanjutan.

Terbaru