Bitcoin Terjepit Dua Kuartal Merah, Sinyal Balik Arah atau Awal Penurunan Lebih Dalam?

Bitcoin kembali berada di titik yang jarang terlihat, dengan dua kuartal merah beruntun yang membuat pasar bertanya-tanya apakah ini hanya fase melemah atau awal penurunan yang lebih panjang. Aset kripto terbesar itu diperdagangkan sedikit di bawah $60.000 dan menuju kerugian kuartal kedua berturut-turut.

Tekanan kali ini tidak datang dari satu arah saja. Arus keluar dari spot Bitcoin ETF masih berlanjut, sementara sentimen makro ikut menekan karena The Fed dinilai hawkish di bawah Kevin Warsh dan dolar berada di level tertinggi 12 bulan.

Harga Terseret ke Level Terendah 20 Bulan

Bitcoin turun sekitar 12% pada kuartal ini setelah merosot 22% di kuartal pertama. Penurunan terbaru sempat membawa harga ke $58.115 pada 26 Juni, yang menjadi titik terendah dalam 20 bulan.

Pola itu juga mematahkan kecenderungan kuat Bitcoin pada kuartal kedua. Kuartal berjalan dan paruh pertama tahun ini sama-sama akan ditutup pada hari Selasa, sehingga pasar sedang menunggu penentuan akhir arah pergerakan jangka pendek.

ETF, Dolar, dan Arah Dana yang Bergeser

Arus keluar dari spot Bitcoin ETF menjadi salah satu beban terbesar. Dalam sepekan terakhir, tambahan $1,79 miliar keluar dari produk tersebut, menandakan minat yang belum pulih penuh.

Di saat yang sama, modal juga mengalir ke saham semikonduktor dan memori-chip yang ikut menunggangi ledakan AI. Kombinasi ini membuat Bitcoin harus bersaing dengan aset lain yang sedang menikmati aliran dana lebih kuat.

Altcoin Ikut Tertekan Lebih Dalam

AsetPergerakan Kuartal IniPergerakan Tahunan
ETHTurun sekitar 25%Turun 47%
SolanaTidak disebutkanTurun 43%
Dogecoin, XRP, HYPETurun dua digit dalam sepekan terakhirTidak disebutkan

Kerusakan terbesar justru terlihat di pasar altcoin. ETH turun sekitar 25% pada kuartal ini dan 47% sepanjang tahun, sementara Solana tetap turun 43% sepanjang tahun meski tampil sedikit lebih baik.

Dogecoin, XRP, dan HYPE juga sama-sama mencatat penurunan dua digit dalam sepekan terakhir. Ini menunjukkan tekanan pasar kripto tidak hanya tertuju pada Bitcoin, tetapi meluas ke aset-aset utama lain.

Debat Siklus Empat Tahun Kembali Menguat

Kerugian beruntun ini memicu kembali perdebatan soal siklus empat tahun Bitcoin. Jika 2026 berakhir merah, pola tiga tahun naik dan satu tahun turun akan berubah menjadi dua tahun turun berturut-turut.

Namun, para bull masih punya argumen dari pola historis lain. Setiap kali Bitcoin menutup dua candle enam bulanan merah secara berurutan, seperti pada 2018 dan 2022, pasar kemudian diikuti tren naik selama tiga tahun.

Candle enam bulanan merah kedua dalam rangkaian ini akan ditutup dalam dua hari. Pada saat yang sama, indeks Fear and Greed berada di level 18 dan masuk kategori Extreme Fear, sehingga pasar terlihat berada di persimpangan antara lanjutan pelemahan atau fase capitulation.

Pergerakan Akhir Pekan Masih Lesu

Di perdagangan akhir pekan, mayoritas aset kripto besar bergerak datar. BTC turun 1% ke $59,8k, ETH turun 1% ke $1.570, SOL naik 1% ke $72, dan HYPE stabil di $63,13.

Di kelompok pergerakan harian, ENA dan AVAX masing-masing naik 4%, sementara AAVE menguat 3%. Pasar masih mencari arah di tengah tekanan makro dan arus dana yang belum pulih.

Terkait