Boy Arnez Arabi pulang dari AVC Nations Cup 2026 dengan status yang sulit dibantah: pemain kunci sekaligus Most Valuable Player. Outside hitter muda Indonesia itu juga menyabet gelar Outside Hitter Terbaik setelah membantu Timnas Voli Putra Indonesia merebut gelar juara Asia.
Yang menarik, Boy justru menempatkan ketenangan tim sebagai kunci utama di balik pencapaian tersebut. Bukan hanya soal teknik atau kualitas individu, melainkan suasana kerja yang membuat para pemain bisa tampil tanpa beban berlebihan.
Ketenangan yang membuat permainan lepas
Boy memberi apresiasi besar kepada pelatih Reidel Alfonso Toiran karena mampu menjaga suasana tim tetap stabil sepanjang turnamen. Menurutnya, pendekatan itu membuat para pemain lebih leluasa mengeluarkan kemampuan terbaik di setiap laga.
“Di bawah arahannya kami bisa mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa merasa tertekan,” kata Boy dalam keterangan resmi. Ia menilai kondisi seperti itu membuat rasa percaya diri tumbuh dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Bagi pemain Jakarta LavAni itu, tekanan yang terlalu besar justru bisa mengganggu performa. Sebaliknya, ketika tim bermain dengan kepala lebih tenang, permainan Indonesia terlihat semakin solid dan efektif.
Catatan poin Boy sepanjang turnamen
Performa Boy juga tercermin dari angka yang ia bukukan. Sepanjang AVC Nations Cup 2026, ia mengoleksi total 123 poin dan hanya terpaut tiga angka dari top skor turnamen, Vladislav Mastikhin asal Kazakhstan, yang mencatat 126 poin.
| Pemain | Negara | Catatan Poin |
|---|---|---|
| Boy Arnez Arabi | Indonesia | 123 |
| Vladislav Mastikhin | Kazakhstan | 126 |
Kontribusinya ikut terasa saat final melawan Korea Selatan. Indonesia menang 34-32, 25-16, dan 25-23 di Veer Savarkar Sports Complex, Amdavad, India, pada Minggu, 28 Juni 2026.
Kemenangan itu punya nilai lebih karena Indonesia sebelumnya kalah dari Korea Selatan pada fase grup. Hasil di final juga memutus tren lima kekalahan beruntun Indonesia dari Negeri Ginseng, termasuk di AVC Cup 2024, Asian Games 2023, Asian Championship 2023, dan Asian Championship 2019.
Perjalanan yang tidak mulus menuju podium juara
Jalan Indonesia menuju gelar juara tidak berlangsung mulus sejak awal. Skuad asuhan Reidel Alfonso Toiran sempat membuka turnamen dengan kekalahan dari Korea Selatan sebelum bangkit menghadapi Qatar, Thailand, dan Oman.
Momentum kebangkitan itu berlanjut saat Indonesia menyingkirkan tuan rumah India lewat duel lima set yang dramatis di semifinal. Mental pantang menyerah yang terbentuk dari laga tersebut ikut terbawa ke partai puncak, ketika Indonesia tampil lebih percaya diri sejak set pertama.
Pada akhirnya, permainan yang rapi dan suasana tim yang stabil membuat Indonesia mampu mengunci kemenangan tiga set langsung. Gelar AVC Nations Cup 2026 pun menjadi tonggak baru bagi voli putra Indonesia di Asia.
Keberhasilan ini bukan hanya soal medali, tetapi juga penanda bahwa Indonesia memiliki generasi pemain yang sanggup bersaing dengan tim-tim kuat kawasan. Dalam cerita Boy Arnez, gelar MVP lahir dari kombinasi konsistensi, dukungan tim, dan tekanan yang dikelola dengan baik.
Source: www.viva.co.id






