Bitcoin Mining Difficulty Anjlok 10,09%, Tekanan Harga Mulai Menggerus Miner

Bitcoin baru saja mengalami salah satu penurunan mining difficulty paling tajam dalam sejarah jaringan. Koreksi 10,09% di block 953.568 ini menandakan tekanan besar sedang menekan para miner, seiring hashrate yang ikut bergeser turun.

Perubahan ini penting karena difficulty adalah penyeimbang utama jaringan Bitcoin. Saat terlalu banyak mesin mining dimatikan atau kapasitas keluar dari jaringan, sistem otomatis menurunkan difficulty agar waktu blok tetap mendekati 10 menit.

Difficulty turun, margin miner ikut terjepit

Data terbaru menunjukkan difficulty Bitcoin turun dari 138,9 triliun menjadi 124,9 triliun. Galaxy Research menyebut penurunan itu terjadi setelah slide harga tajam pada Juni yang ikut menekan margin miner dan mendorong hashrate keluar dari jaringan.

Penyesuaian ini menjadi adjustment terbesar kedua sepanjang 2026 dan tercatat sebagai pergerakan turun terbesar ke-11 dalam sejarah Bitcoin. Epoch kali ini juga berlangsung 15,6 hari, lebih lama dari target 14 hari, karena sebagian hashrate sempat offline.

Harga BTC dan hashprice sama-sama melemah

Tekanan pada miner semakin terasa ketika Bitcoin sempat turun di bawah $60.000 pekan lalu sebelum kembali melampaui $64.000 di tengah harapan kesepakatan AS-Iran. Di saat yang sama, hashprice anjlok ke bawah $30 per petahash per detik.

TheEnergyMag menilai ambang itu krusial karena semakin banyak situs mining mendekati atau jatuh di bawah gross breakeven sebelum memperhitungkan biaya overhead korporasi, pembayaran utang, dan belanja ekspansi. Mesin generasi lama dan operator dengan biaya listrik tinggi menjadi pihak yang paling rentan ikut dimatikan.

Sejumlah miner mulai mengalihkan daya ke AI

Selain tekanan harga, sebagian miner juga mengurangi aktivitas mining untuk mengalihkan kapasitas listrik ke artificial intelligence dan high-performance computing. Blog yang dikutip Galaxy menyebut beberapa public miner sudah mencabut rig atau memperlambat pertumbuhan mining demi retrofit lokasi menjadi fasilitas AI/HPC berkontrak.

Perpindahan itu membuat hashrate Bitcoin bisa turun walau kapasitas daya dasarnya masih dipakai. Artinya, pelemahan jaringan tidak selalu berarti aset fisik ditinggalkan, tetapi bisa juga sedang dialihkan ke penggunaan yang lebih menguntungkan.

Texas menambah volatilitas jaringan

Galaxy dan TheEnergyMag juga menyoroti peran Texas yang ikut memperbesar volatilitas lewat musim four-coincident-peak atau 4CP yang dimulai pada Juni. Dalam skema ERCOT, pengguna besar menghindari empat interval puncak musim panas yang menentukan biaya transmisi tahun berikutnya.

Insentif itu membuat miner Bitcoin cenderung melakukan curtailment saat jendela puncak bulanan berpotensi terjadi. Karena Texas masih menjadi salah satu pasar mining terbesar di Amerika Utara, pengurangan beban sementara di wilayah ini bisa berdampak besar pada hashrate jaringan.

TheEnergyMag mencatat rebound terbaru pada hashrate memberi sinyal bahwa sebagian penurunan di awal Juni mungkin hanya curtailment sementara, bukan penutupan permanen. Namun untuk saat ini, penurunan difficulty terbaru tetap menunjukkan kombinasi yang sama: harga BTC yang menekan margin, biaya operasi yang berat, dan strategi miner yang mulai bergeser.

Terkait