6 Mobil Listrik di Bawah Rp250 Juta yang Paling Menggoda, Mana Paling Layak Dibeli

Persaingan mobil listrik murah di Indonesia semakin padat, dan enam model di bawah Rp250 juta kini menawarkan karakter yang sangat berbeda. Di kelas ini, pembeli tidak lagi sekadar mencari harga rendah, tetapi juga kenyamanan, handling, jarak tempuh, dan fitur yang paling cocok untuk kebutuhan harian.

Pengamat otomotif Ridwan Hanif menilai tidak ada satu model yang unggul mutlak di semua aspek. Karena itu, pilihan paling layak dibeli justru bergantung pada prioritas masing-masing calon pemilik, mulai dari mobilitas kota yang praktis sampai rasa berkendara yang lebih meyakinkan.

Pilihan paling murah untuk kebutuhan perkotaan

Wuling Air ev Lite masih menjadi salah satu pintu masuk termurah ke mobil listrik. Varian Standard Range dijual sekitar Rp184 jutaan dengan jarak tempuh 200 km, sedangkan Long Range dibanderol Rp195 jutaan untuk 300 km.

Mobil ini memakai tenaga 30 kW dan torsi 110 Nm. Menurut Ridwan, Air ev sangat lincah untuk bermanuver dan cocok untuk penggunaan perkotaan, meski ban kecil membuat guncangan lebih terasa di jalan bergelombang seperti tol layang.

Seres E1 juga bermain di harga bawah dengan dua tipe yang sama-sama menarik perhatian. B-Type dibanderol Rp189 juta dengan jarak tempuh 180 km, sementara L-Type dijual Rp219 juta dan bisa menempuh 220 km.

Tenaganya berkisar 25-30 kW dengan torsi 100 Nm. Ridwan menilai suspensinya cenderung kaku tetapi stabil, karena mobil ini mengorbankan kenyamanan demi handling yang lebih baik, sementara desain interiornya justru mendapat pujian karena dianggap unik.

Yang menonjol di pengendalian dan rasa berkendara

Changan Lumin dijual Rp222 juta dalam satu varian dan menawarkan jarak tempuh 301 km berdasarkan NEDC. Mobil mungil ini dibekali tenaga 35 kW dengan torsi 93 Nm.

Ridwan Hanif menyebut salah satu nilai jual terkuat Lumin ada pada pengendalian. Ia memuji handling dan bobot setirnya sebagai yang paling pas, walau desain gagang pintunya dinilai kurang praktis karena mekanisme manualnya terasa berat dan sulit dibuka anak-anak.

BYD Atto 1 hadir dalam dua tipe, yaitu Dynamic seharga Rp195 juta dengan jarak tempuh 300 km dan Premium Rp235 juta dengan jarak tempuh 380 km. Keduanya memakai Blade Battery, dengan tenaga 55 kW dan torsi 135 Nm.

Ridwan menilai Atto 1 memberi pengalaman berkendara yang terasa matang seperti mobil konvensional. Mobil ini juga dibekali fitur lengkap seperti V2L, walau suspensinya disebut agak keras pada kecepatan rendah.

Bila yang dicari adalah rasa berkendara yang lebih meyakinkan, Atto 1 terlihat kuat di atas kertas. Varian Dynamic juga masih berada jauh di bawah batas Rp250 juta, sehingga posisinya tetap menarik di antara city EV lain.

Jarak tempuh dan kenyamanan jadi pembeda utama

Geely EX2 Pro menonjol lewat kombinasi performa, baterai, dan kenyamanan. Selama periode peluncuran, mobil ini dipasarkan dengan harga Rp229,9 juta dan dibekali baterai 40,8 kWh.

Dengan baterai itu, EX2 Pro mampu menempuh 395 km. Tenaganya mencapai 85 kW dengan torsi 150 Nm, menjadikannya salah satu yang paling bertenaga di daftar ini.

Ridwan Hanif mengaku sangat terkesan dengan kenyamanannya, bahkan menyebut model ini sebagai salah satu mobil di bawah Rp300 juta dengan suspensi paling enak. Mamang Ican juga menyoroti visibilitas kabin yang luas berkat desain dashboard yang rendah.

Di sisi lain, VinFast VF3 menawarkan pendekatan yang berbeda sebagai SUV listrik mini. Mobil ini dijual Rp227,65 juta, sudah termasuk baterai, dengan jarak tempuh 215 km serta tenaga 40 HP dan torsi 110 Nm.

Ridwan menilai handling VF3 sangat mengejutkan untuk ukuran mobil kecil dua pintu listrik. Ban yang tebal juga membuat mobil ini lebih percaya diri saat melintasi jalan rusak atau berbatu, sebuah keunggulan yang tidak selalu dimiliki city EV berban kecil.

Mana yang paling layak dibeli?

Jika tolok ukurnya harga termurah untuk mobilitas harian di dalam kota, Wuling Air ev Lite dan Seres E1 menjadi dua nama yang sulit diabaikan. Keduanya bermain di rentang harga paling bawah dengan dimensi yang cocok untuk lalu lintas padat dan parkir yang praktis.

Namun jika yang dicari adalah keseimbangan antara harga, rasa berkendara, dan fitur, BYD Atto 1 masuk radar kuat. Untuk pembeli yang memprioritaskan handling, Changan Lumin dan VinFast VF3 juga menawarkan karakter yang menonjol menurut penilaian pengamat.

Sementara itu, Geely EX2 Pro terlihat paling menarik bagi konsumen yang mengejar kenyamanan dan jarak tempuh lebih panjang tanpa melewati batas Rp250 juta. Dengan makin banyaknya opsi di kelas ini, pembeli kini bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan harian, kondisi jalan, dan gaya berkendara masing-masing.

Source: www.suara.com

Terkait