Bitcoin kembali mendekati $66.000 setelah kabar kesepakatan damai antara AS dan Iran memicu pergeseran cepat ke aset berisiko. Pada perdagangan Senin, 15 Juni, harga Bitcoin naik 2% ke $65.800 dan sempat menyentuh $65,809, level terkuat dalam rentang pemulihan terakhir.
Reaksi pasar muncul setelah investor merespons positif memorandum of understanding yang disebut akan mengakhiri perang dan mencakup penghentian permusuhan secara langsung. Kesepakatan itu juga memuat komitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari, yang langsung menekan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran pasokan energi.
Relief geopolitik cepat mengalir ke aset risiko
Dampaknya terasa luas di berbagai kelas aset. Futures S&P 500 naik 1,20% dalam perdagangan Asia, Brent turun 4,51% ke $83.39, dan sejumlah altcoin seperti XRP, Solana, serta Cardano menguat sekitar 3% hingga 4%.
Pergerakan itu menunjukkan rotasi ke aset berisiko setelah premi gangguan pasokan energi mereda. Saat Selat Hormuz dibuka kembali, tekanan pada ekspektasi inflasi jangka pendek ikut turun karena pasar tidak lagi memarkir harga pada skenario gangguan suplai yang lebih parah.
Bitcoin belum dapat sinyal pembalikan yang kuat
Meski reli terjadi, struktur harga Bitcoin masih belum menunjukkan pembalikan yang meyakinkan. Kenaikannya masih berada di paruh bawah rentang koreksi yang terbentuk, sementara resistance penting di atas pasar masih berada jauh dari harga saat ini.
Bitcoin sebelumnya sempat jatuh ke level terendah tahunan mendekati $59.100 pada 5 Juni, posisi yang belum terlihat sejak Oktober 2024. Dari titik itu, harga sudah pulih sekitar $6.700 dalam sepuluh sesi, tetapi reli terbaru masih dinilai sebagai pantulan relief dan short covering.
Area $62.000–$66.000 juga pernah menjadi zona penumpukan tekanan jual saat harga turun pada akhir Mei. Karena itu, pasar kini menunggu penutupan harian di atas $66.440 untuk menilai apakah area tersebut sudah berubah menjadi support.
Arus ETF masih memberi nada hati-hati
Dari sisi institusional, data SoSoValue menunjukkan arus keluar spot Bitcoin ETF melambat menjadi $315,8 juta pada pekan yang berakhir 13 Juni. Angka itu jauh lebih kecil dibanding lebih dari $1 miliar pada masing-masing dari empat pekan sebelumnya, tetapi tetap menandakan net selling.
Perlambatan outflow ini memberi dukungan struktural yang ringan, namun belum cukup untuk menghapus tekanan permintaan yang masih negatif. Dengan kondisi seperti ini, satu katalis geopolitik belum tentu mampu mengubah tren pasar secara cepat.
Sentimen pasar masih rapuh
Crypto Fear & Greed Index masih berada di 20 dari 100, yang menempatkan pasar dalam zona Extreme Fear. Kondisi ini membuat pemulihan Bitcoin sangat bergantung pada apakah relief geopolitik bisa bertahan cukup lama untuk menarik arus modal kembali masuk.
Pasar juga memantau hubungan antara harga energi, ekspektasi inflasi, dan kebijakan The Fed. Jika harga energi terus melemah, tekanan inflasi jangka pendek bisa ikut turun dan mengurangi peluang pengetatan lanjutan, yang pada akhirnya dapat membantu aset seperti Bitcoin.
Namun, hambatan teknikal di atas pasar masih cukup berat. Analisis pergerakan harga menunjukkan resistance signifikan di sekitar retracement Fibonacci 50% dari high Januari ke low Februari di $78,962, serta exponential moving average 200 hari di dekat $81,708.
