Operasi militer Amerika Serikat di Iran diproyeksikan menghabiskan US$37,5 miliar atau sekitar Rp610 triliun hingga 30 September 2026. Beban ini memperbesar tekanan fiskal dan politik bagi pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu.
Pentagon kini meminta Kongres menyetujui dana tambahan untuk menjaga keberlanjutan operasi. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa tanpa anggaran baru, sejumlah program pelatihan militer berpotensi dikurangi.
Dana Darurat Hampir US$90 Miliar
Pemerintahan Trump telah mengajukan permintaan anggaran tambahan hampir US$90 miliar kepada Kongres pada bulan lalu. Sebagian besar dana itu direncanakan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat di Iran.
| Komponen | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Biaya operasi Iran | US$37,5 miliar | Proyeksi hingga 30 September 2026 |
| Permintaan dana tambahan | Hampir US$90 miliar | Sebagian besar untuk operasi di Iran |
| Usulan anggaran pertahanan 2027 | US$1,5 triliun | Didorong untuk disetujui Kongres |
Hegseth menyampaikan kebutuhan dana tersebut saat sidang dengar pendapat di Washington pada Selasa, 22 Juli 2026. Sidang itu menjadi kemunculan pertamanya di hadapan anggota parlemen sejak serangan udara besar kembali dilancarkan terhadap Iran.
Menurut Hegseth, angka US$37,5 miliar mencakup perkiraan pengeluaran sampai akhir September 2026. Departemen Pertahanan belum menjelaskan secara rinci metode penghitungan total biaya perang tersebut.
Besarnya pengeluaran terlihat sejak konflik dimulai. Seorang sumber yang berbicara kepada Reuters pada Maret memperkirakan enam hari pertama perang saja menelan biaya sedikitnya US$11,3 miliar.
Anggaran Pertahanan Mulai Tertekan
Konflik Iran berlangsung ketika anggaran pertahanan Amerika Serikat sudah mendekati US$1 triliun. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menyatakan pembiayaan perang mulai memengaruhi kebutuhan militer lain.
Gaji prajurit tetap menjadi prioritas dalam pengeluaran militer Amerika Serikat. Namun, pemeliharaan peralatan dan investasi untuk kemampuan masa depan dapat terdampak apabila kebutuhan konflik terus membesar.
Hegseth juga mendorong Kongres agar menyetujui usulan anggaran pertahanan tahun fiskal 2027 sebesar US$1,5 triliun. “Menurut saya, tidak mendanai Departemen Pertahanan sebesar US$1,5 triliun merupakan ancaman terbesar yang dihadapi negara ini,” kata Hegseth.
Risiko Politik di Kongres
Permintaan dana darurat diperkirakan memicu perdebatan baru karena konflik Iran semakin tidak populer di mata publik. Partai Demokrat berupaya mengaitkan perang tersebut dengan tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakat.
Partai Republik pimpinan Trump juga menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas tipis di DPR dan Senat. Kritik datang dari anggota kedua partai yang menilai informasi pemerintah mengenai strategi konflik masih terbatas.
Senator Patty Murray menilai Trump membuka peluang eskalasi yang lebih luas. “Presiden mengancam eskalasi dan kejahatan perang, serta memberi kesan bahwa konflik ini bisa menjadi perang tanpa akhir,” ujar anggota senior Demokrat di Komite Alokasi Anggaran Senat itu.
Senator Demokrat Kirsten Gillibrand turut mempertanyakan konsistensi penjelasan pemerintah mengenai arah perang. Ia menilai pernyataan bahwa konflik telah selesai atau akan berlangsung singkat tidak sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Gencatan Senjata Tidak Bertahan
Tekanan anggaran muncul ketika situasi keamanan belum mereda setelah gencatan senjata awal bulan ini runtuh. Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan setiap hari.
Hingga akhir pekan lalu, 18 tentara AS dilaporkan tewas dan sekitar 430 personel mengalami luka-luka. Pentagon pada Senin juga menyatakan 100 personel cedera sejak 7 Juli, sementara sekitar 96 persen di antaranya telah kembali bertugas.
Trump dalam beberapa hari terakhir mengisyaratkan perluasan target serangan ke fasilitas energi dan jembatan strategis. Ia juga menyebut kemungkinan pengerahan pasukan darat untuk merebut pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg.
Selain itu, Trump mengancam menyerang fasilitas bawah tanah yang dikaitkan dengan program nuklir Iran di Pickaxe Mountain. Ancaman tersebut menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan memperberat tekanan fiskal di Washington.
Source: www.viva.co.id






