Isi Penuh Mobil Listrik Cuma Puluhan Ribu, Biaya Harian Ternyata Bisa Diatur

Biaya harian mobil listrik tidak lagi hanya soal harga beli. Perhitungan total biaya kepemilikan membuat cara mengisi daya, konsumsi energi, dan biaya per kilometer ikut menentukan seberapa hemat kendaraan ini dipakai setiap hari.

Changan menilai mobil listrik bisa menjadi pilihan mobilitas harian karena biaya operasionalnya relatif terkendali. CEO Changan Indonesia Setiawan Surya menyebut efisiensi itu semakin terasa ketika konsumen mulai menghitung pengeluaran secara menyeluruh, bukan sekadar melihat harga awal.

Tarif isi daya sangat menentukan

Salah satu pembeda terbesar ada pada tempat pengisian. Listrik rumah non-subsidi PLN berada di kisaran Rp1.700 per kWh, sedangkan pengisian di SPKLU untuk layanan reguler atau medium charging sekitar Rp2.475 per kWh.

Selisih tarif itu langsung memengaruhi biaya harian pengguna. Dalam perhitungan internal perusahaan, pengisian di rumah membuat biaya pakai terasa lebih ringan dibanding bergantung pada SPKLU.

Hitungan pada Changan Lumin

Untuk Changan Lumin, baterainya berkapasitas 28,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 km berdasarkan standar NEDC. Konsumsi energinya diklaim 9,3 kWh per 100 km atau setara 10,75 km/kWh.

Dengan tarif rumah tangga non-subsidi, biaya energinya berada di kisaran Rp158 per km. Jika diisi di SPKLU, biayanya naik menjadi sekitar Rp230 per km, sementara pengisian penuh di rumah diperkirakan menelan sekitar Rp48.000.

Hitungan pada Deepal S07

Deepal S07 membawa baterai 79,97 kWh dan jarak tempuh hingga 560 km berdasarkan pengujian NEDC. SUV listrik ini mencatat konsumsi energi 14,2 kWh per 100 km atau setara 7,04 km/kWh.

Dengan pengisian di rumah, biaya energinya berada di kisaran Rp241 per km. Jika diisi di SPKLU, biayanya sekitar Rp351 per km, dengan kebutuhan sekitar Rp136.000 untuk pengisian penuh di rumah atau sekitar Rp200.000 di SPKLU.

Fast charging dan servis lebih sederhana

Kedua model itu sudah mendukung fast charging. Baterai bisa diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit, sehingga lebih fleksibel untuk kebutuhan harian maupun perjalanan tertentu.

Di luar listrik, kendaraan listrik juga punya potensi penghematan dari sisi perawatan. Strukturnya lebih sederhana karena tidak memakai mesin pembakaran internal beserta komponen pendukungnya, sehingga biaya servis berpotensi lebih rendah dalam jangka panjang.

Lebih relevan saat BBM naik-turun

Efisiensi biaya energi menjadi nilai utama kendaraan listrik di tengah fluktuasi harga BBM. Karena itu, biaya harian tidak cukup dihitung dari harga beli saja, tetapi juga dari pengeluaran untuk isi daya, servis, dan pemakaian rutin.

Dengan jaringan pengisian yang terus berkembang, pilihan isi daya di rumah, SPKLU, dan stasiun pengisian milik swasta membuat biaya harian mobil listrik sangat bergantung pada kebiasaan pengguna. Di situ letak daya tariknya, karena pengeluaran bisa diatur sesuai cara pemakaian.

Source: voi.id

Terkait