Biaya Ganti Baterai Jaecoo Tembus Rp 174 Juta, Pemilik Mobil Listrik Perlu Hitung Ulang?

Biaya penggantian baterai mobil listrik Jaecoo di Indonesia kini menjadi sorotan karena sudah menembus Rp 100 juta. Angka ini langsung mengubah cara banyak orang memandang total biaya kepemilikan mobil listrik dan hybrid plug-in.

Bagi calon pembeli, informasi ini penting karena baterai adalah komponen paling mahal dalam kendaraan elektrifikasi. Jaecoo Indonesia mulai membuka kisaran biaya untuk beberapa model agar konsumen bisa menghitung risiko perawatan jangka panjang sejak awal.

Biaya berbeda sesuai model dan kapasitas

Head of Marketing Jaecoo Indonesia Mohammad Ilham Pratama menjelaskan bahwa biaya penggantian baterai bergantung pada kapasitas dan jenis kendaraan. Harga yang disampaikan juga belum termasuk pajak pertambahan nilai atau PPN.

Untuk Jaecoo J7 SHS, biaya baterainya sekitar Rp 106 juta dengan kapasitas 18,3 kWh. Sementara Jaecoo J8 SHS memerlukan sekitar Rp 160 juta untuk baterai berkapasitas 34,4 kWh.

Angka tertinggi muncul pada Jaecoo J5 EV. Biaya penggantian baterainya mencapai Rp 174 juta untuk kapasitas 60,9 kWh.

Data itu memperlihatkan pola yang jelas. Semakin besar kapasitas baterai, semakin tinggi pula biaya penggantiannya.

Diganti satu paket, bukan per modul

Jaecoo menyebut penggantian baterai tidak dilakukan per modul. Jika ada kebutuhan penggantian, baterai harus diganti dalam satu paket atau pack.

Skema ini membuat biaya perbaikan menjadi perhatian utama. Penggantian satu pack berarti nilai komponen yang diganti jauh lebih besar dibanding perbaikan sebagian.

Meski biayanya tinggi, proses penggantian disebut tidak memakan waktu lama. Ilham menyampaikan bahwa pengerjaan penggantian baterai memerlukan sekitar tiga jam.

Artinya, tantangan utama bukan pada lamanya mobil berada di bengkel. Beban terbesar justru ada pada dana yang harus disiapkan ketika penggantian benar-benar dibutuhkan.

Ada sistem peringatan pada mobil

Jaecoo juga menjelaskan bahwa mobilnya sudah dilengkapi sistem untuk mendeteksi potensi masalah pada baterai. Jika muncul gangguan, kendaraan akan memberi peringatan melalui panel instrumen.

Menurut Ilham, biasanya akan ada indikator yang menyala dan pengingat saat baterai mengalami masalah. Sistem ini membantu pemilik kendaraan mengenali gejala kerusakan lebih cepat sebelum kondisi memburuk.

Pemantauan seperti ini menjadi bagian penting dalam penggunaan mobil listrik modern. Baterai bukan hanya mahal, tetapi juga sangat menentukan performa kendaraan secara keseluruhan.

Karena itu, kondisi baterai perlu dijaga agar kemampuan mobil tetap optimal. Pada kendaraan listrik murni maupun model SHS, baterai menjadi komponen vital yang menopang fungsi penggerak.

Transparansi yang mengubah cara hitung biaya

Keterbukaan biaya dari Jaecoo memberi gambaran lebih nyata tentang ongkos kepemilikan kendaraan elektrifikasi. Selama ini, perhatian publik lebih sering tertuju pada harga beli, efisiensi energi, dan biaya operasional harian yang lebih rendah.

Namun, penggantian baterai tetap menjadi salah satu pos biaya yang paling perlu diperhitungkan. Angka di atas Rp 100 juta untuk beberapa model menunjukkan bahwa keputusan membeli mobil listrik juga harus mempertimbangkan perawatan jangka panjang.

Transparansi seperti ini juga dapat membantu pasar menjadi lebih matang. Konsumen bisa menilai sejak awal seberapa besar konsekuensi finansial yang mungkin muncul bila komponen utama kendaraan mengalami kerusakan.

Saat ini, daftar biaya yang dibuka Jaecoo Indonesia mencakup J7 SHS, J8 SHS, dan J5 EV. Dari ketiganya, J5 EV memiliki biaya penggantian baterai tertinggi, sedangkan J7 SHS menjadi yang paling rendah dalam daftar tersebut.

Source: otomotif.kompas.com

Baca Juga

Back to top button