BI Ungkap 3 Tahap Transformasi UMKM, Modal Baru Baru Cair Setelah Uji Coba

Author: Cung Media

Bank Indonesia menyiapkan pendekatan baru untuk pembinaan UMKM dengan alur yang tidak biasa: pelaku usaha tidak langsung menerima modal, tetapi harus melewati tahapan penguatan kapasitas lebih dulu. Skema ini disusun agar usaha kecil benar-benar siap tumbuh, bukan sekadar menerima pembiayaan di awal.

Program tersebut diperkenalkan lewat Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026, yang diarahkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pendekatan itu sebagai pembinaan terpadu karena sertifikasi dan pengujian usaha menjadi bagian penting sebelum dukungan modal diberikan.

Dimulai dari pendidikan kewirausahaan

Tahap pertama dalam program ini adalah pendidikan kewirausahaan yang disertai sertifikasi. Pada fase ini, peserta dibekali kemampuan dasar agar usaha mereka memiliki landasan teknis dan manajerial yang lebih kuat.

Perry menjelaskan pelatihan berlangsung sekitar dua setengah bulan. Selama periode itu, peserta dipersiapkan untuk memahami cara menjalankan usaha secara lebih tertata dan terukur.

Masuk ke praktik langsung di lapangan

Tahap kedua adalah uji coba atau magang sesuai bidang usaha masing-masing. BI mencontohkan barista yang ditempatkan di kedai kopi, sementara perajin tenun dapat dihubungkan dengan desainer berpengalaman.

Fase ini dirancang sebagai ruang praktik nyata agar peserta tidak berhenti di teori. Perry menegaskan, kemampuan yang dipelajari harus benar-benar diuji di lapangan sebelum naik ke tahap berikutnya.

Ada dua aspek yang diuji sebelum lolos

Menurut Perry, tahap pendidikan kewirausahaan juga menilai dua hal utama, yakni penyempurnaan kemampuan teknis usaha dan kemampuan pengembangan bisnis. Setelah itu, peserta dievaluasi untuk memastikan teori dan praktik berjalan selaras.

BI memberi contoh pengujian untuk barista, yaitu memastikan hasil racikan kopi sesuai pesanan dan standar usaha. Untuk UMKM air minum dalam kemasan, pengujian bisa mencakup proses pengolahan, kualitas air, kemasan, hingga aspek kehalalan.

Modal baru diberikan setelah sertifikasi ulang

Tahap ketiga menjadi penentu akhir sebelum peserta menerima dukungan usaha. Jika dinyatakan lulus, peserta akan kembali mendapat sertifikasi dan kemudian memperoleh modal usaha.

Perry menekankan bahwa pola ini berbeda dari pendekatan biasa karena modal diberikan belakangan, bukan di awal. Menurut BI, urutan itu menjadi ciri utama transformasi kewirausahaan yang terpadu.

Dengan alur seperti ini, BI berharap pembinaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, melainkan melahirkan pelaku usaha yang siap kerja, siap tumbuh, dan lebih kompetitif. Program ini juga diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja melalui usaha kecil yang lebih kuat dan lebih teruji.

Source: www.viva.co.id
Terbaru