
Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Timur menyebut SPPG Tembok Dukuh, Bubutan, sebagai pemasok Makan Bergizi Gratis pertama di Surabaya yang terkait dugaan keracunan massal. Kasus ini mencuat setelah sekitar 200 siswa dari 13 satuan pendidikan mengalami gejala pusing, mual, dan muntah usai menyantap MBG.
BGN Jatim langsung turun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Di saat yang sama, distribusi makanan diminta jeda sementara sambil menunggu evaluasi dan arahan dari kepala SPPG setempat.
Dapur ditutup sementara menunggu hasil uji
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan evaluasi masih berjalan sambil menutup sementara dapur SPPG yang memasok makanan ke wilayah itu. Langkah ini diambil sampai ada kepastian penyebab gejala yang dialami para siswa.
BGN Jatim juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan dan dinas kesehatan. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar untuk memastikan sumber masalah pada menu MBG yang dibagikan.
Dapur SPPG tersebut biasanya menyalurkan hingga 3.020 porsi MBG. Penghentian operasional sementara itu disepakati oleh BGN Jawa Timur dan pihak pengelola SPPG terkait.
Pemprov Jatim ikut melakukan investigasi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga bergerak melakukan investigasi mendalam atas insiden di kawasan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya. Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Erwin Astha Triyono sudah turun langsung ke lokasi.
Menurut Emil, pengecekan difokuskan pada penanganan awal dan kondisi para siswa yang terdampak. Pemprov Jatim juga menunggu informasi terbaru setelah pemeriksaan lapangan dilakukan pada hari yang sama.
Emil menegaskan mekanisme pertanggungjawaban terhadap SPPG tetap berlaku bila ditemukan kelalaian dalam menjaga higienitas dan keamanan pangan. Ia menyebut sanksi akan dijalankan secara kolektif dengan koordinasi utama di bawah Badan Gizi Nasional.
Sanksi masih dievaluasi
Emil juga menyampaikan bahwa BGN sudah pernah menerapkan sanksi kepada SPPG yang terlibat dalam sejumlah insiden serupa sebelumnya. Namun, efektivitas sanksi tersebut masih terus dievaluasi untuk melihat apakah ada perbaikan setelah tindakan dijatuhkan.
Kasus di Surabaya ini menjadi sorotan karena melibatkan banyak siswa dari sejumlah sekolah dalam waktu berdekatan setelah mengonsumsi MBG. Dengan dapur SPPG yang kini berhenti beroperasi sementara, hasil laboratorium menjadi penentu langkah berikutnya bagi BGN dan pemerintah daerah.
Source: surabaya.bisnis.com




