BEI Jabar Turun ke Kampus Hingga SD, Upaya Cegah Salah Paham Investasi Sejak Dini

BEI Jawa Barat kini memperluas literasi pasar modal ke kampus, SMA, SMP, hingga sekolah dasar. Langkah ini muncul karena akses investasi makin mudah, tetapi pemahaman masyarakat masih tertinggal dan dinilai berisiko memicu kerugian finansial.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jabar, Achmad Dirgantara, menekankan edukasi harus diberikan sebelum masyarakat terlanjur masuk ke dunia investasi tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Karena itu, sosialisasi dibuat menyentuh jenjang pendidikan sejak dini agar informasi pasar modal yang benar bisa dikenalkan lebih awal.

Di lapangan, Achmad melihat masih ada pelajar yang keliru memahami istilah investasi. Ada yang bahkan menganggap pasar modal identik dengan kripto.

Kebingungan itu, menurut dia, ikut dipicu maraknya influencer investasi di media sosial. Situasi tersebut membuat edukasi formal menjadi semakin penting supaya pelajar bisa membedakan istilah dan produk investasi dengan tepat.

BEI Jabar menegaskan instrumen pasar modal resmi seperti saham, reksa dana, dan obligasi berada dalam regulasi serta koridor hukum yang berbeda dari aset digital lainnya. Karena itu, pendekatan edukasi tidak hanya diarahkan kepada mahasiswa, tetapi juga siswa di pendidikan dasar dan menengah.

Galeri Investasi jadi ruang belajar dan praktik

Di pendidikan tinggi, BEI Jabar memperkuat pembelajaran melalui jaringan Galeri Investasi. Saat ini terdapat 69 Galeri Investasi yang tersebar di Jawa Barat dan berada di lingkungan universitas, SMA, SMK, emiten, hingga instansi publik lainnya.

Fasilitas itu tidak hanya dipakai untuk menyebarkan informasi pasar modal. Galeri Investasi juga difungsikan sebagai laboratorium praktik untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional sejak bangku kuliah.

BEI Jabar menargetkan mahasiswa punya kesiapan untuk mengambil sertifikasi profesi pasar modal. Sertifikasi yang disiapkan antara lain Wakil Perantara Pedagang Efek atau WPPE dan Wakil Manajer Investasi atau WMI.

Dengan pola itu, BEI Jabar berharap mahasiswa tidak sekadar mengenal pasar modal. Lembaga itu ingin mereka juga punya kompetensi yang cukup untuk masuk ke industrinya.

Pertumbuhan investor ikut terdorong

Kerja sama BEI Jabar dengan Otoritas Jasa Keuangan, Self-Regulatory Organizations, dan pelaku pasar lainnya disebut ikut berdampak pada pertumbuhan investor di Jawa Barat. Daerah ini kini menyumbang sekitar 20 persen terhadap pertumbuhan investor pasar modal nasional.

Hingga kini, jumlah Single Investor Identification pasar modal di Jawa Barat telah menembus lebih dari 5,6 juta. Untuk investor saham, jumlahnya mencapai 1,9 juta SID dan diproyeksikan segera menembus 2 juta investor.

Di tengah pertumbuhan itu, edukasi sejak dini dianggap makin relevan. BEI Jabar ingin memperkecil jarak antara besarnya minat masyarakat pada investasi dan kemampuan mereka memahami risiko, produk, serta aturan main di pasar modal.

Source: rmol.id

Terkait