BCA Kembali Masuk Daftar Bank Terbaik Dunia Forbes, Kepercayaan Nasabah Jadi Pembeda Utama

BCA kembali menegaskan posisinya di panggung perbankan global setelah masuk jajaran World’s Best Bank 2026 versi Forbes. Pengakuan ini menarik perhatian karena bukan hanya menyorot ukuran bisnis, tetapi juga kekuatan kepercayaan nasabah, kualitas layanan, dan kemampuan digital bank swasta nasional itu.

Forbes dan Statista menyusun daftar tersebut melalui survei terhadap 54.000 responden di 34 negara. Penilaian mencakup lima aspek utama, yakni tingkat kepercayaan terhadap bank, syarat dan ketentuan layanan, layanan pelanggan, layanan digital, serta kualitas perencanaan keuangan bagi nasabah.

Kepercayaan jadi pembeda utama

Di tengah persaingan perbankan global yang makin ketat, reputasi bank kini tidak lagi ditentukan semata oleh kinerja keuangan. Keamanan layanan, kemudahan akses digital, dan konsistensi pengalaman nasabah ikut menjadi ukuran yang semakin penting.

BCA berada di posisi yang menonjol karena berhasil mempertahankan predikat World’s Best Bank dari tahun sebelumnya. Forbes mencatat ada 311 bank di dunia yang mampu menjaga status tersebut, dan BCA termasuk di dalamnya.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan nasabah dan konsistensi perusahaan menjaga mutu layanan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada insan BCA yang dinilai ikut menjaga standar layanan perusahaan.

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada para nasabah setia yang sudah menemani perjalanan BCA serta memercayakan BCA sebagai layanan perbankan,” ujar Hendra dalam keterangan resmi.

Kinerja bisnis ikut menguatkan posisi

Di balik pengakuan global itu, BCA juga mencatat kinerja usaha yang tetap solid. Hingga Maret 2026, total kredit perseroan mencapai Rp994 triliun, tumbuh 5,6% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut ditopang dana giro dan tabungan atau CASA yang mencapai Rp1.089 triliun, naik 11,2% secara tahunan. Porsi CASA tercatat mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga perseroan, sementara laba BCA dan entitas anak mencapai Rp14,7 triliun.

Pada penyaluran pembiayaan, kredit produktif tercatat sebesar Rp760,2 triliun atau naik 7,8% secara tahunan. BCA juga membukukan pembiayaan pada sektor berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun, tumbuh 10% secara tahunan dan setara 26% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

UMKM dan pembiayaan hijau ikut mendorong pertumbuhan

Segmen usaha kecil dan menengah tetap menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang terlihat jelas. Kredit UMKM BCA naik 12% secara tahunan dengan outstanding mencapai Rp146 triliun.

Di saat yang sama, pembiayaan hijau atau green financing tumbuh 7,7% secara tahunan menjadi Rp113 triliun. Kenaikan itu juga didorong pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan yang naik 53,5% secara tahunan.

Skala layanan besar di tengah pergeseran digital

BCA melayani 44 juta rekening nasabah hingga akhir Maret 2026. Aktivitas transaksinya juga sangat tinggi, dengan lebih dari 122 juta transaksi diproses setiap hari.

Jaringan layanan perusahaan didukung 1.270 kantor cabang, 20.336 ATM, layanan internet dan mobile banking, serta contact center Halo BCA yang beroperasi 24 jam. Skala ini memperkuat pengalaman nasabah di tengah pergeseran layanan ke arah digital.

Sebagai bank swasta besar di Indonesia, BCA berfokus pada bisnis perbankan transaksi dan penyediaan fasilitas kredit serta solusi keuangan untuk korporasi, komersial, UKM, hingga konsumer. Operasionalnya juga didukung sejumlah entitas anak di bidang pembiayaan kendaraan, perbankan syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, dan modal ventura, dengan lebih dari 27.600 karyawan hingga Maret 2026.

Masuknya BCA ke daftar World’s Best Bank 2026 memperlihatkan bahwa reputasi bank swasta nasional tidak hanya dibangun oleh laba dan aset. Kepercayaan nasabah, layanan digital yang kuat, dan kualitas pelayanan di berbagai segmen tetap menjadi kunci utama yang dilihat pasar global.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version