Perubahan di tubuh Realme India kini terlihat makin jelas di saat Oppo mendorong restrukturisasi besar yang juga menyentuh OnePlus. Mundurnya Michael Guo dari pengawasan bisnis Realme India memperkuat sinyal bahwa pergeseran kendali di internal grup sudah mulai terasa di level eksekutif.
Realme mengatakan kepada Beebom bahwa Guo mundur karena alasan kesehatan. Perusahaan juga menyebut menghormati keputusan itu dan mengapresiasi kontribusinya selama menangani bisnis Realme, termasuk di India.
Chase Xu Ambil Peran Baru
Posisi Guo digantikan oleh Chase Xu, yang menjabat sebagai Vice President Realme. Ia akan ikut mengawasi pasar India, sementara Realme menegaskan tetap berkomitmen pada pasar tersebut dan akan fokus pada pertumbuhan jangka panjang.
India menjadi pasar penting bagi merek ponsel asal Tiongkok, sehingga perubahan pimpinan di sana langsung menarik perhatian. Pergantian ini juga datang ketika perusahaan induk tengah menata ulang cara kerja beberapa merek sekaligus.
Oppo Dorong Struktur yang Lebih Terpusat
Sejumlah laporan menyebut Oppo sedang menyatukan operasi Oppo, Realme, dan OnePlus di bawah satu struktur. Sebelumnya, ketiga merek itu berjalan lebih terpisah dalam pengelolaan bisnisnya.
Meski identitas masing-masing merek disebut tetap dipertahankan di hadapan konsumen, sumber daya utama akan digabung. Area yang disebut terdampak meliputi riset dan pengembangan, distribusi, rantai pasok, hingga layanan purnajual.
Skema itu dirancang untuk menekan biaya dan membuat operasi lebih efisien. Dengan model seperti ini, tiga merek bisa berbagi infrastruktur tanpa harus kehilangan karakter pasar masing-masing.
Dalam konteks tersebut, keluarnya Guo menjadi lebih relevan karena perubahan pimpinan di India terjadi saat kendali terpadu justru sedang diperkuat di level grup. Itu membuat perpindahan peran di Realme tidak bisa dilihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.
Bukan Perubahan yang Terisolasi
Kepergian Guo mengikuti pengunduran diri Robin Liu, CEO OnePlus India, pada Maret 2026. Rangkaian ini menambah kesan bahwa ada pola perubahan di jajaran eksekutif Realme dan OnePlus ketika restrukturisasi Oppo berjalan.
Guo sendiri bukan nama baru di Realme. Ia telah bersama perusahaan hampir delapan tahun, bergabung dengan tim pendiri pada 2018, lalu menjadi CEO India pada Maret 2023.
Jejak panjang itu membuat posisinya penting dalam fase pertumbuhan Realme, terutama di salah satu pasar terbesarnya. Karena itu, perubahan di kursi pengawas India punya bobot lebih besar dari sekadar pergantian personel biasa.
India Bergerak Lebih Lambat daripada China
Restrukturisasi yang didorong Oppo disebut sudah selesai di China, tetapi implementasinya di India berjalan lebih lambat. Salah satu penyebabnya adalah persoalan hukum yang masih melibatkan Oppo di pasar tersebut.
Kondisi itu membuat transisi di India berlangsung bertahap, meski arah perubahannya sudah mulai terlihat. Laporan sebelumnya juga sempat memunculkan spekulasi tentang masa depan merek-merek di bawah grup yang sama.
Pada Maret, sempat ada laporan yang menyebut OnePlus dan Realme sedang menuju penggabungan. Lalu pada Januari, muncul pula laporan yang mengatakan OnePlus sedang dibongkar, sebelum CEO OnePlus India saat itu menegaskan merek tersebut akan tetap berlanjut.
Di tengah semua laporan itu, gambaran besarnya mulai mengarah ke pola yang konsisten. Identitas merek di level konsumen masih dipertahankan, tetapi struktur internal dan kendali operasional bergerak semakin terpusat di bawah Oppo.
Bagi Realme India, perubahan paling langsung adalah peralihan pengawasan dari Michael Guo ke Chase Xu. Untuk pasar yang lebih luas, langkah ini menjadi tanda tambahan bahwa restrukturisasi Oppo sudah masuk ke tahap yang benar-benar memengaruhi susunan pimpinan di lapangan.
Laporan juga menyebut transisi di India bisa bergerak lebih cepat setelah musim festival Diwali tahun ini. Jika itu terjadi, perubahan yang kini muncul di level eksekutif bisa menjadi awal dari penataan yang lebih besar pada cara Oppo, Realme, dan OnePlus beroperasi di India.
