Indonesia sedang mendorong Batam untuk naik kelas menjadi pusat pembangunan data center dan kecerdasan buatan di Asia Tenggara. Fokus utamanya ada pada kemudahan izin, ketersediaan lahan, regulasi, dan insentif yang diharapkan bisa menarik investasi berskala besar.
Langkah ini bukan sekadar soal membangun infrastruktur digital baru. Pemerintah juga ingin memperkuat posisi Indonesia agar lebih kompetitif dalam menarik investasi hyperscale yang semakin diburu banyak negara di kawasan.
Batam dipilih karena dianggap paling siap
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru & Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, menilai Batam memiliki modal yang dibutuhkan untuk pengembangan pusat data dan AI. Kawasan ini diposisikan sebagai titik tarik utama bagi investor yang mencari lokasi dengan akses yang lebih mudah dan dukungan kebijakan yang jelas.
Ketersediaan lahan menjadi salah satu pertimbangan penting karena proyek data center membutuhkan area yang cukup untuk operasional jangka panjang. Di saat yang sama, kemudahan perizinan dipandang bisa memangkas hambatan awal yang kerap membuat proyek infrastruktur digital berjalan lambat.
Regulasi dan insentif jadi penentu
Pemerintah juga menyiapkan dukungan regulasi dan insentif untuk memperkuat minat investor. Kombinasi itu diharapkan mampu membuat Batam lebih menarik dibanding lokasi lain yang juga berlomba mendapatkan proyek teknologi serupa.
Dalam persaingan regional, posisi ini penting karena negara-negara Asia Tenggara sama-sama aktif mengejar investasi teknologi. Indonesia ingin memastikan Batam tidak hanya menjadi tujuan baru, tetapi juga bisa bersaing sebagai basis pengembangan digital yang relevan untuk kawasan.
Pasar domestik ikut memperkuat daya tarik
Selain ekosistem investasi, pemerintah juga menonjolkan besarnya pasar Indonesia sebagai nilai tambah. Bagi investor, pasar domestik yang besar memberi alasan tambahan untuk masuk ke bisnis pusat data dan teknologi AI.
Investasi di sektor ini juga dipandang punya dampak yang lebih luas daripada pembangunan fisik. Pemerintah melihatnya sebagai pendorong ekonomi digital nasional yang bisa membuka sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia.
Fokus pada investasi hyperscale
Arah kebijakan itu juga ditujukan untuk menarik investasi hyperscale, yang umumnya membutuhkan infrastruktur digital kuat, skala besar, dan kepastian dukungan kebijakan. Segmen ini menjadi salah satu medan persaingan paling penting di tengah lonjakan kebutuhan layanan berbasis data.
Dengan lahan, kemudahan izin, regulasi, insentif, dan pasar yang besar, Batam diproyeksikan menjadi salah satu lokasi paling strategis dalam peta investasi pusat data era AI. Pemerintah berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi hub digital kawasan dan memperkuat posisi Indonesia di persaingan regional.
Source: www.cnbcindonesia.com






