Bansos 2026 Makin Ketat, Hanya Desil 1 Hingga 4 yang Lolos Bantuan

Pemerintah akan memperketat penyaluran bantuan sosial pada 2026 dengan menjadikan kategori desil sebagai acuan utama penerima. Skema ini dibuat agar bansos benar-benar mengalir ke warga yang masuk kelompok paling membutuhkan dan tidak lagi menyasar kelompok yang berada di luar prioritas.

Dalam sistem tersebut, desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Melalui pemetaan ini, pemerintah dapat menilai siapa yang layak menerima bantuan dan siapa yang tidak termasuk target program.

Desil 1 sampai 4 jadi prioritas utama

Berdasarkan informasi dari Bansos, kelompok yang masuk Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4 menjadi prioritas penerima bantuan. Mereka berhak atas Program Keluarga Harapan atau PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.

Desil 1 mencakup 10 persen keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terendah di Indonesia. Adapun Desil 2, Desil 3, dan Desil 4 berada pada kelompok 20 persen hingga 40 persen keluarga terbawah secara nasional.

Pemerintah menempatkan kelompok ini sebagai sasaran utama karena kebutuhan ekonominya dinilai paling mendesak. Dengan pembagian tersebut, penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan mengurangi risiko bantuan jatuh ke rumah tangga yang tidak masuk kategori rentan.

Desil 5 berada di batas tengah

Kategori Desil 5 tidak ikut dalam daftar prioritas penerima PKH atau BPNT. Namun, kelompok ini masih memiliki peluang untuk terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI-JK.

Posisi Desil 5 berada di batas antara kelompok yang masih dapat dipertimbangkan dan kelompok yang tidak lagi menjadi target bantuan sosial. Karena itu, statusnya tetap penting untuk dipantau oleh masyarakat yang ingin mengetahui peluang menerima program tertentu.

Berbeda dengan Desil 5, warga yang masuk Desil 6 hingga Desil 10 tidak ditetapkan sebagai sasaran bantuan sosial. Kelompok ini dipastikan tidak memperoleh manfaat dari PKH, Sembako, maupun PBI-JK.

Pembagian desil jadi penentu perlakuan bantuan

Pembagian desil kini menjadi dasar penting dalam menentukan jenis bantuan dari negara. Semakin rendah angka desil, semakin besar peluang sebuah keluarga menerima bantuan sosial yang disalurkan pemerintah.

Rinciannya dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Desil 1: 10 persen keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terendah, berhak atas PKH dan BPNT.
  2. Desil 2 sampai Desil 4: masuk kelompok keluarga terbawah secara nasional, berhak atas PKH dan BPNT.
  3. Desil 5: tidak menjadi prioritas PKH atau BPNT, tetapi masih dapat masuk PBI-JK.
  4. Desil 6 sampai Desil 10: tidak menjadi sasaran PKH, Sembako, maupun PBI-JK.

Susunan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi memakai pendekatan umum dalam pembagian bansos. Verifikasi dibuat lebih ketat agar bantuan lebih fokus kepada keluarga yang benar-benar berada dalam kondisi rentan.

Cara mengecek status desil

Masyarakat dapat mengecek status desil secara mandiri melalui layanan daring resmi pemerintah atau aplikasi khusus. Salah satu cara yang disebut adalah menggunakan Aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google PlayStore.

Setelah aplikasi diunduh, pengguna perlu masuk dengan akun yang sudah terdaftar. Jika belum memiliki akun, registrasi harus dilakukan terlebih dahulu dengan mengisi data lengkap, termasuk Nomor Induk Kependudukan atau NIK sesuai KTP.

Setelah pendaftaran berhasil, informasi kategori desil bisa dilihat pada menu profil pengguna. Pemeriksaan berkala disarankan agar masyarakat mengetahui posisi kesejahteraan yang tercatat dan dapat memastikan data yang digunakan sudah benar.

Penggunaan NIK yang sesuai menjadi faktor penting dalam proses pengecekan. Dengan data yang tepat, sistem dapat menampilkan informasi yang lebih akurat terkait status desil dan kemungkinan akses terhadap program bantuan sosial yang tersedia.

Terkait