Microsoft tampaknya sedang menyiapkan lawan paling serius untuk MacBook Pro lewat Surface Laptop Ultra. Laptop Windows-on-Arm 15 inci ini diposisikan bukan hanya sebagai perangkat kencang, tetapi juga sebagai mesin premium yang cukup matang untuk masuk ke arena yang selama ini dikuasai Apple.
Target utamanya terlihat jelas: kreator, engineer, dan pengembang AI yang membutuhkan performa lokal tinggi. Microsoft membekali perangkat ini dengan Nvidia RTX Spark SoC, CPU Arm, dan GPU RTX berbasis Blackwell, sehingga fokusnya bukan sekadar produktivitas ringan, melainkan beban kerja yang menuntut tenaga grafis dan komputasi besar.
Tenaga besar untuk pekerjaan lokal
Microsoft juga menonjolkan dukungan hingga 128GB unified LPDDR5X memory dengan bandwidth sekitar 300GB/s. Kombinasi ini memberi gambaran bahwa Surface Laptop Ultra disiapkan untuk menangani model AI besar secara lokal tanpa terlalu bergantung pada layanan cloud.
Sistem termalnya ikut diperbesar untuk mengejar ambisi itu. Microsoft menyebut kapasitas termal perangkat ini hingga 2,5 kali lebih tinggi dibanding Surface Laptop 15 inci sebelumnya, disertai charger ringkas dengan daya besar.
Layar menjadi pembeda utama
Di sisi layar, Surface Laptop Ultra memakai panel 15 inci PixelSense Ultra mini-LED dengan rasio 3:2. Resolusinya mencapai kerapatan 262ppi dan tingkat kecerahan HDR hingga 2.000 nits, yang membuatnya menjadi layar Surface paling terang sejauh ini menurut Microsoft.
Pendekatan ini berbeda dari MacBook Pro modern yang memakai rasio layar 16:10. Rasio 3:2 memberi ruang vertikal lebih besar, yang berguna saat mengedit dokumen, membaca kode, atau mengolah konten visual.
Microsoft juga menekankan dukungan sentuh pada layar tersebut. Bagi pengguna yang sering berpindah antara navigasi tradisional dan interaksi langsung di layar, fitur ini dapat menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki MacBook Pro.
Port lengkap untuk kerja profesional
Di luar layar, Microsoft menambah touchpad haptic yang lebih besar. Perusahaan menyebutnya sebagai touchpad terbesar yang pernah ada di perangkat Surface, sehingga pengalaman penggunaan sehari-hari ikut mendapat perhatian, bukan hanya spesifikasi inti.
Dari sisi konektivitas, Surface Laptop Ultra membawa USB-C dengan dukungan USB4, USB-A, HDMI, pembaca kartu SD ukuran penuh, dan jack headphone 3,5 mm. Susunan port seperti ini membuat perangkat terlihat lebih fleksibel untuk pengguna profesional yang masih bergantung pada aksesori dan media eksternal.
Kelengkapan port itu juga memperkuat posisi Surface Laptop Ultra sebagai laptop kerja serius, bukan sekadar perangkat tipis premium. Dalam praktiknya, pilihan konektivitas seperti ini bisa mengurangi ketergantungan pada dongle yang sering dibutuhkan di laptop modern.
Masih ada detail yang belum dibuka
Meski arahnya jelas, Microsoft belum mengungkap sejumlah detail yang paling menentukan perbandingan langsung dengan MacBook Pro. Informasi soal daya tahan baterai, data benchmark, dan terutama harga belum diumumkan.
Karena itu, klaim sebagai rival sejati MacBook Pro masih perlu dibuktikan lewat pengujian nyata. Namun, dari kombinasi desain, layar, port, dan fokus pada beban kerja AI lokal, Surface Laptop Ultra sudah terlihat sebagai langkah paling ambisius Microsoft untuk menantang laptop premium Apple di kelas performa tinggi.







