Bank Ganesha Rombak Pengurus, Dua Direksi Baru Masuk Saat Laba Malah Ditahan

PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) merombak susunan pengurus lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perubahan paling menonjol adalah masuknya dua direksi baru, Trisna Chandra dan Shirley, serta penunjukan Faisal Dharma Setiawan sebagai komisaris independen.

Manajemen menyatakan seluruh pengangkatan itu baru berlaku efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam rapat, para pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris sesuai usulan perseroan.

Susunan baru direksi dan komisaris

Setelah RUPST ditutup, Bank Ganesha tetap menempatkan Setiawan Kumala sebagai Presiden Direktur. Trisna Chandra kini bergeser ke jajaran direksi, sementara Suroso dan Ibrahim tetap bertahan, bersama Shirley yang juga diangkat sebagai Direktur.

Di sisi dewan komisaris, Marcello Theodore Taufik tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris. Lisawati dan Sudarto juga masih berada dalam struktur komisaris, sedangkan kursi Komisaris Independen kini ditempati Faisal Dharma Setiawan.

Perubahan ini sekaligus menandai keluarnya Trisna Chandra dari posisi Komisaris Independen. Bank Ganesha tidak menjelaskan secara rinci alasan perombakan struktur tersebut dalam keterangan yang disampaikan.

Wewenang baru untuk pengaturan internal

Dalam rapat yang sama, pemegang saham memberi kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan pembagian tugas, wewenang, gaji, dan tunjangan anggota direksi. Dewan Komisaris juga diberi mandat menetapkan honorarium serta tunjangan lain bagi para komisaris.

Kewenangan itu menjadi penting setelah komposisi pengurus berubah. Dengan pembagian mandat tersebut, perseroan memiliki ruang untuk menyesuaikan fungsi manajemen dan tata kelola internal dengan susunan terbaru.

Laba 2025 ditahan untuk permodalan

Selain perubahan pengurus, RUPST mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan perseroan. Rapat juga mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Bank Ganesha membukukan laba bersih Rp227,09 miliar pada tahun buku 2025. Dari jumlah itu, Rp1 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib atau umum, sedangkan sisanya ditahan untuk memperkuat permodalan perseroan.

Manajemen menegaskan keputusan tersebut membuat perseroan tidak membagikan dividen. Langkah ini menunjukkan fokus Bank Ganesha pada penguatan modal di tengah penataan ulang pengurus.

Agenda lain yang disetujui pemegang saham

RUPST juga memberi wewenang kepada Dewan Komisaris, berdasarkan pertimbangan Komite Audit, untuk menunjuk Akuntan Publik Independen. Penunjukan itu akan dipakai untuk mengaudit laporan keuangan tahunan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.

Pemegang saham juga menyetujui Rencana Aksi Pemulihan atau Recovery Plan perseroan. Selain itu, rapat menyepakati perubahan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar agar maksud, tujuan, dan kegiatan usaha Bank Ganesha menyesuaikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 2025.

Rangkaian keputusan tersebut menunjukkan Bank Ganesha tengah menata struktur internal sambil menjaga disiplin tata kelola dan permodalan. Dengan susunan direksi dan komisaris yang baru, perseroan kini menunggu restu regulator sebelum menjalankan formasi pengurus tersebut secara efektif.

Source: finansial.bisnis.com

Terkait