Bangkalan Buka Modal Tanpa Bunga untuk UMKM, 1.000 Pelaku Usaha Dibidik

Pemerintah Kabupaten Bangkalan membuka akses pembiayaan yang cukup menarik bagi pelaku UMKM lewat Program Subsidi Bunga 0 Persen. Skema pinjaman tanpa bunga ini dirancang untuk mengurangi hambatan modal usaha yang kerap menahan pelaku usaha mikro berkembang.

Langkah tersebut dijalankan bersama PT BPR Jatim (Perseroda) sebagai mitra operasional harian. Pemerintah daerah menempatkan program ini sebagai dorongan agar modal usaha bisa berputar lebih cepat dan ekonomi lokal ikut bergerak.

Target 1.000 pelaku UMKM

Pemkab Bangkalan menargetkan sekitar 1.000 pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas ini. Total plafon anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,5 miliar untuk mendukung pembiayaan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan Muhammad Rasuli menyebut hingga laporan terakhir sudah ada 20 pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman. Ia juga menegaskan program ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki usaha selama syarat yang ditentukan dipenuhi.

Rasuli menjelaskan bahwa dukungan modal ini diharapkan tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga naik kelas. Pemerintah daerah berharap akses yang lebih mudah dapat memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang kerja baru.

Verifikasi ketat agar tepat sasaran

Di sisi penyaluran, PT BPR Jatim (Perseroda) Cabang Bangkalan menjalankan proses verifikasi atas setiap pengajuan yang masuk. Tahap ini dilakukan agar pembiayaan benar-benar diberikan kepada pemohon yang memenuhi ketentuan.

Pemimpin Cabang PT BPR Jatim (Perseroda) Kantor Cabang Bangkalan Nuzulul Romadhon mengatakan pemohon harus memiliki usaha yang nyata serta melengkapi perizinan seperti NIB dan NPWP. Ia menambahkan ada sejumlah perizinan pelengkap lain yang juga wajib dipenuhi.

Nuzulul mengajak pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk mengajukan permohonan langsung ke Kantor Cabang BPR Jatim Bangkalan. Jika pelaksanaan pada tahun pertama berjalan sukses, Pemkab Bangkalan menyatakan akan menambah cakupan program agar lebih banyak pelaku usaha bisa ikut mengakses pembiayaan murah ini.

Source: koran-jakarta.com

Terkait