Ban Belang Leapmotor B10 Ternyata Bukan Gaya, Ini Alasan di Balik Stabilitas RWD

Author: Cung Media

Leapmotor B10 mencuri perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai SUV listrik, tetapi juga karena konfigurasi ban depan dan belakang yang berbeda. Setelan ini bukan sekadar urusan tampilan, melainkan bagian dari cara pabrikan menjaga karakter penggerak roda belakang atau RWD tetap seimbang di jalan.

Perbedaan ukuran itu langsung terlihat pada spesifikasi teknisnya. Di depan, B10 memakai ban 225/50/R18, sedangkan di belakang menggunakan 235/50/R18, dengan pelek sama-sama 18 inci tetapi punya lebar dan offset yang berbeda.

Dirancang untuk RWD dan stabilitas

Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, menjelaskan bahwa konfigurasi staggered pada B10 dipilih untuk menyeimbangkan performa akselerasi dari sistem penggerak roda belakang. Setelan tersebut juga ditujukan untuk membantu kestabilan kendaraan saat digunakan berkendara.

Di bagian depan, B10 memakai pelek 18 inci dengan lebar 7 inci dan offset ET 40. Di belakang, mobil ini menggunakan pelek 18 inci dengan lebar 7,5 inci dan offset ET 50.

Kombinasi itu membuat roda belakang punya tapak yang lebih besar dibanding roda depan. Pada mobil RWD, karakter seperti ini umum dipakai karena roda belakang menjadi titik utama penyaluran tenaga ke aspal.

Bukan sekadar soal desain

Pada B10, ban belakang yang lebih lebar ikut membantu kerja penggerak roda belakang saat akselerasi. Di saat yang sama, konfigurasi itu memberi kontribusi pada stabilitas kendaraan, sehingga keputusan pabrikan tidak bisa dibaca sebagai langkah kosmetik semata.

Samuel juga menyebut bahwa pengaturan ini tidak hanya berkaitan dengan handling. Ada pertimbangan estetika dan desain, termasuk upaya menghadirkan nuansa yang disebut memiliki DNA mobil Eropa pada sosok B10.

Karena itu, ukuran ban belang di B10 menjadi bagian dari setelan dasar kendaraan. Perbedaan antara roda depan dan belakang membentuk karakter visual sekaligus mendukung performa yang diinginkan pabrikan.

Lazim di mobil RWD, tapi tetap punya konsekuensi

Konsep staggered wheel bukan hal baru di industri otomotif. Setelan ini cukup populer pada mobil dengan penggerak roda belakang, terutama di model-model RWD berperforma tinggi.

Pada beberapa mobil, perbedaan tidak hanya terdapat pada lebar ban, tetapi juga diameter pelek depan dan belakang. Salah satu contoh yang disebut adalah Chevrolet Corvette C7, yang memakai pelek 19 inci di depan dan 20 inci di belakang.

Leapmotor B10 tidak memakai perbedaan diameter pelek seperti itu karena sama-sama menggunakan ukuran 18 inci. Namun, pembedaan lebar pelek dan offset tetap menunjukkan bahwa kaki-kaki mobil ini dirancang spesifik untuk masing-masing as.

Lebih rumit saat perawatan ban

Konfigurasi staggered juga membawa konsekuensi praktis. Ban tidak bisa ditukar bebas antara depan dan belakang seperti pada mobil dengan ukuran seragam.

Leapmotor Indonesia menjelaskan bahwa jika roda depan dipindah ke belakang, tampilannya akan terlihat terlalu masuk ke dalam. Sebaliknya, jika roda belakang dipasang di depan, roda akan tampak lebih keluar.

Hal itu terjadi karena perbedaan lebar pelek dan offset pada masing-masing as. Meski sama-sama 18 inci, posisi duduk roda terhadap bodi tetap berbeda dan harus mengikuti spesifikasi yang sudah ditetapkan.

Dalam praktiknya, pemilik perlu lebih memperhatikan posisi roda saat perawatan atau penggantian ban. Pada setup seperti ini, karakter berkendara dan tampilan B10 sangat bergantung pada konfigurasi yang dibuat pabrikan sejak awal.

Pada akhirnya, ban belang di Leapmotor B10 menunjukkan bahwa pabrikan tidak hanya mengejar tampilan yang berbeda. Kombinasi 225/50/R18 di depan dan 235/50/R18 di belakang, bersama pelek 7 inci ET 40 serta 7,5 inci ET 50, dirancang untuk mendukung karakter RWD yang stabil dan tetap enak dilihat.

Source: otodriver.com
Terbaru