Perubahan besar di pucuk pimpinan Apple diperkirakan tidak hanya soal pergantian CEO, tetapi juga soal arah baru perusahaan. John Ternus disebut akan membawa Apple kembali menempatkan desain sebagai pusat inovasi, bukan sekadar mesin efisiensi bisnis.
Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, fokus utama Ternus adalah membuat produk Apple terasa lebih menarik dari sisi tampilan, karakter, dan inovasi. Arah itu menandai pergeseran dari era Tim Cook yang selama ini lebih lekat dengan operasi dan efisiensi finansial.
Desain yang Ingin Diangkat Lagi
Di bawah kepemimpinan baru, penekanan pada rekayasa produk dan desain diperkirakan akan semakin besar. Gurman menilai langkah ini penting karena desain pernah menjadi salah satu identitas terkuat Apple, tetapi pengaruhnya dinilai tidak lagi sekuat dulu.
Satu sinyal yang paling jelas datang ketika Ternus mengambil pengawasan langsung atas grup desain Apple pada tahun lalu. Langkah itu menunjukkan bahwa ia sudah mulai membangun jejak kepemimpinannya sendiri di area yang dulu sangat menentukan citra perusahaan.
Dalam periode yang sama, keterlibatan Tim Cook dengan tim desain industri dilaporkan lebih terbatas. Kondisi itu ikut mempertegas pergeseran peran desain di dalam struktur eksekutif Apple.
Tim Desain yang Pernah Menjadi Inti Apple
Selama bertahun-tahun, tim desain industri Apple membentuk banyak produk ikonik perusahaan. Pengaruhnya sangat kuat pada masa Steve Jobs dan Jony Ive, ketika desain menjadi pusat cara Apple membedakan diri dari pesaing.
Namun situasinya berubah setelah Jony Ive mundur dari kepemimpinan dan kemudian meninggalkan perusahaan. Sejak saat itu, pengaruh desain disebut perlahan menyusut di dalam tubuh Apple.
Di bawah Tim Cook, prioritas perusahaan makin banyak bertumpu pada operasi dan efisiensi keuangan. Serangkaian perubahan kepemimpinan dalam beberapa tahun terakhir juga disebut melemahkan tim desain industri.
Akibatnya, departemen tersebut kini memiliki lebih sedikit figur pemimpin yang menonjol. Pusat inovasi yang dulu sangat berpengaruh itu pun dipandang menjadi kurang relevan dibanding masa jayanya.
Rencana Revitalisasi di Bawah Ternus
Gurman menyebut Ternus kemungkinan akan mencari pemimpin baru untuk departemen desain. Tujuannya adalah memulihkan kemampuan studio desain agar kembali melahirkan bahasa desain baru untuk produk Apple.
Arah ini sejalan dengan upaya mengembalikan aura produk yang terasa “cool” di mata konsumen. Penekanannya bukan hanya pada fungsi perangkat, tetapi juga pada kesan visual dan pengalaman yang ditawarkan.
Dalam pertemuan dengan karyawan, Ternus dilaporkan menegaskan bahwa Apple akan terus berfokus pada desain. Ia menyebut desain sebagai inti dari apa yang dikerjakan Apple.
Ternus juga mengatakan Apple telah menghadirkan desain yang luar biasa kepada pelanggan lebih dari perusahaan mana pun dalam sejarah. Menurutnya, bagi banyak pelanggan, produk dengan desain paling indah yang mereka miliki adalah perangkat Apple.
Apa Artinya bagi Apple ke Depan
Jika pendekatan itu benar-benar dijalankan, Apple bisa memasuki fase yang lebih berorientasi pada pembaruan bentuk dan karakter produk. Itu penting bagi perusahaan yang selama bertahun-tahun dikenal karena kemampuannya menyatukan teknologi dan desain dalam satu paket yang kuat.
Bagi pasar, perubahan ini juga dapat dibaca sebagai upaya menyeimbangkan kembali prioritas internal Apple. Setelah lama dikaitkan dengan disiplin operasional dan efisiensi, perusahaan kini berpeluang menguatkan lagi sisi kreatif yang dulu menjadi pembeda utamanya.
Meski begitu, tantangan Ternus tidak kecil. Ia bukan hanya harus memimpin transisi CEO, tetapi juga membangun ulang pengaruh organisasi desain yang sudah lama melemah.
Karena itu, penunjukan pemimpin baru untuk tim desain berpotensi menjadi salah satu keputusan yang paling diperhatikan. Langkah tersebut akan menunjukkan seberapa serius Apple ingin mengembalikan desain ke pusat strategi produknya.
Dalam konteks itu, perubahan kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian nama di level tertinggi perusahaan. Bagi Apple, ini bisa menjadi ujian apakah warisan desain yang dulu membesarkan merek tersebut masih dapat dihidupkan kembali di bawah John Ternus.
