Bali Diserbu Atlet Asia, Jimbaran Hampir Siap Penuh Jelang OWSC 2026

Author: Cung Media

Bali mulai ramai oleh kedatangan atlet renang perairan terbuka dari berbagai negara menjelang Open Water Swimming Championship (OWSC) 2026. Pantai Jimbaran akan menjadi arena lomba pada 13 Juni 2026, dan persiapan venue disebut sudah hampir tuntas.

Kehadiran para atlet lebih awal menunjukkan betapa pentingnya adaptasi dalam nomor renang perairan terbuka. Arus, angin, cuaca, dan suhu air bisa sangat memengaruhi hasil, sehingga banyak peserta memilih datang lebih cepat untuk mengenali kondisi laut Jimbaran.

Atlet asing mulai memanfaatkan venue latihan

Pada Kamis, 11 Juni 2026, delegasi dari Chinese Taipei dan Kazakhstan terlihat berlatih di Kolam Renang Klub Jimbaran. Sore harinya, atlet dari Korea Selatan, Sri Lanka, Uzbekistan, dan Indonesia juga memanfaatkan fasilitas yang sama untuk mematangkan persiapan.

Langkah itu memperlihatkan persaingan yang bergerak cepat menuju hari lomba. OWSC 2026 diikuti atlet dari 18 negara dan menjadi salah satu agenda bergengsi dalam cabang renang perairan terbuka di Asia.

Nomor 10 kilometer diperkirakan menjadi salah satu yang paling ketat. Pada nomor ini, kemampuan membaca kondisi laut sering menentukan hasil akhir, sehingga datang lebih awal menjadi bagian penting dari strategi para atlet.

PB Akuatik dan KONI Bali pastikan kesiapan venue

Di tengah kedatangan peserta, PB Akuatik Indonesia terus mengawal persiapan penyelenggaraan. Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E Raharjo, memimpin pertemuan koordinasi dengan KONI Provinsi Bali di Denpasar.

Pertemuan itu membahas kesiapan venue, dukungan teknis, mitigasi keamanan lintasan, kesiapan tim medis, dan pelibatan masyarakat lokal selama rangkaian kejuaraan. PB Akuatik Indonesia juga mengundang Ketua KONI Bali yang sekaligus Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, untuk membuka kejuaraan.

Harlin menyebut persiapan acara sudah mendekati final. “Persiapan sudah hampir final, sudah 99 persen,” kata Harlin usai pertemuan dengan pengurus KONI Bali di Denpasar, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia juga mengatakan banyak atlet terkesan dengan keindahan Pantai Jimbaran. Sejumlah peserta bahkan sudah mulai berlatih di area venue sebelum hari perlombaan tiba.

Keselamatan jadi perhatian utama

Selain kesiapan fasilitas, panitia menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Lomba yang berlangsung di perairan terbuka memiliki risiko yang harus diantisipasi secara ketat karena kondisi alam bisa berubah cepat.

PB Akuatik Indonesia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan standar keamanan dapat diterapkan di lapangan. Harlin menegaskan harapan agar seluruh prosedur safety berjalan baik selama kompetisi berlangsung.

Sport tourism dan partisipasi komunitas ikut diperkuat

OWSC 2026 tidak hanya mengejar prestasi atlet Asia, tetapi juga menjadi bagian dari promosi pariwisata Bali lewat konsep sport tourism. Penyelenggara ingin momentum ini memperlihatkan Jimbaran sebagai destinasi olahraga air yang siap menyambut event internasional.

Selain nomor elite, penyelenggara juga menyiapkan kategori komunitas melalui A-Stream OWS Series. Kategori ini diperkirakan diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah, sehingga atmosfer kejuaraan akan terasa lebih luas dan tidak terbatas pada persaingan level atas.

Dengan kedatangan atlet dari banyak negara, dukungan penyelenggara daerah, dan kesiapan venue di Pantai Jimbaran, Bali semakin menegaskan perannya sebagai tuan rumah penting bagi event olahraga air di Asia. OWSC 2026 kini tinggal menunggu hari lomba untuk mempertemukan kompetisi, kesiapan teknis, dan daya tarik wisata dalam satu panggung yang sama.

Source: www.viva.co.id
Terbaru