Krakatau Posco mendorong arah baru bagi industri konstruksi nasional lewat pengembangan baja tahan gempa atau seismic steel. Material ini diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan infrastruktur Indonesia yang berhadapan dengan risiko gempa dan tuntutan keselamatan yang semakin tinggi.
Perusahaan menempatkan inovasi tersebut sebagai bagian dari penguatan rantai pasok baja dalam negeri. Dengan produksi baja terpadu, Krakatau Posco ingin menjaga mutu material agar konsisten untuk berbagai kebutuhan strategis di sektor konstruksi dan industri.
Fokus pada material konstruksi berteknologi tinggi
Dalam Seminar Nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja, Krakatau Posco memperkenalkan sejumlah pengembangan material yang ditujukan untuk memperkuat daya saing baja nasional. Perusahaan menyebut kapasitas produksinya mencakup berbagai kategori baja grade tinggi, termasuk untuk struktur lepas pantai dan fasilitas energi.
Direktur Technology & Business Development Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin, menyebut keunggulan perusahaan bertumpu pada kendali produksi yang adaptif. Ia menjelaskan bahwa teknologi rolling mill memungkinkan pengaturan toleransi ketebalan material secara presisi sesuai kebutuhan teknis proyek.
“Sebagai pabrik baja terpadu, perusahaan memiliki kemampuan desain kualitas dan kontrol produksi yang adaptif, sehingga mampu melakukan penyesuaian proses manufaktur secara presisi guna menghasilkan produk yang konsisten dan berkualitas tinggi,” ujar Alhadis Syamsuddin.
Pengawasan mutu berbasis teknologi
Untuk menjaga standar mutu, Krakatau Posco menerapkan inspeksi berbasis kecerdasan buatan melalui fasilitas Surface Defect Detector di Hot Rolling Plant. Sistem komputer terintegrasi juga membantu pemantauan produksi secara real-time agar efisiensi tetap terjaga di seluruh proses.
Pendekatan ini penting karena baja konstruksi menuntut konsistensi tinggi pada setiap tahap produksi. Melalui pengawasan yang lebih ketat, perusahaan ingin memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan struktural dan standar keselamatan di lapangan.
Alhadis menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pemenuhan standar global. Produk yang dikembangkan juga harus menjawab kebutuhan spesifik konstruksi di Indonesia, termasuk tantangan lingkungan dan risiko gempa bumi.
Seismic steel untuk wilayah rawan gempa
Sorotan utama dari pengembangan Krakatau Posco adalah seismic steel yang dirancang untuk wilayah dengan aktivitas seismik tinggi seperti Indonesia. Material ini memiliki karakteristik yield ratio rendah maksimal 80 persen dan disebut sesuai dengan standar keamanan bangunan global.
Perusahaan menilai baja dengan keuletan tinggi dan kemampuan las yang baik dapat membantu struktur bangunan tetap andal saat menghadapi beban ekstrem. Karena itu, kualitas produksi serta kontrol teknis menjadi faktor penting dalam penerapan baja tahan gempa pada proyek konstruksi.
“Penggunaan seismic steel merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan konstruksi. Dengan material yang memiliki keuletan tinggi, kemampuan las yang baik, serta kontrol kualitas yang ketat, kami dapat memastikan struktur tetap andal dalam menghadapi beban ekstrem seperti gempa,” kata Alhadis.
SN400, SN490, dan weathering steel
Selain seismic steel, Krakatau Posco juga mengembangkan baja tipe SN400 dan SN490. Keduanya diklaim mampu menjaga integritas struktur bangunan karena memiliki karakter kuat dan ductile.
Perusahaan juga memperkenalkan weathering steel yang tahan terhadap kelembapan dan hujan. Jenis baja ini dinilai dapat menekan biaya pemeliharaan bangunan dalam jangka panjang karena memiliki ketahanan alami terhadap pelapukan akibat cuaca.
Ragam produk tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konstruksi modern tidak hanya soal kekuatan material. Ketahanan, efisiensi perawatan, dan kesesuaian dengan lingkungan kini menjadi bagian penting dalam pemilihan baja untuk proyek infrastruktur.
Dorongan untuk rantai pasok dalam negeri
Krakatau Posco menilai penguatan industri konstruksi baja membutuhkan kolaborasi antara produsen baja, pelaku konstruksi, dan pemerintah. Perusahaan melihat sinergi ini sebagai faktor penting agar industri dalam negeri dapat menjadi pemain utama di pasar nasional.
Alhadis menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor akan menentukan posisi Indonesia dalam ekosistem baja. “Kami percaya bahwa sinergi antara produsen baja, pelaku konstruksi, dan pemerintah akan menjadi faktor utama dalam menjadikan industri konstruksi baja sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
Saat ini, Krakatau Posco juga terlibat aktif dalam pengembangan Standar Nasional Indonesia untuk tipe baja struktural. Keterlibatan itu menunjukkan bahwa penguatan produk tidak hanya terjadi di ruang produksi, tetapi juga dalam penyusunan standar yang mendukung keamanan, konsistensi mutu, dan daya saing industri baja nasional.
