Bagnaia Tak Bisa Coba Ducati 850 Cc, Tapi Justru Mendesak Tes Ban Pirelli

Francesco Bagnaia tidak mendapat kesempatan menjajal motor MotoGP 850 cc dalam tes tertutup di Sirkuit Brno, Ceko. Meski begitu, sorotan pebalap Ducati itu justru mengarah ke satu hal yang ia anggap lebih mendesak sebelum era baru MotoGP dimulai, yaitu uji ban Pirelli.

Bagnaia menilai transisi menuju regulasi baru akan terasa kurang ideal jika pebalap langsung menghadapi motor baru dan ban baru dalam waktu tes yang sangat terbatas. Karena itu, ia melihat pengenalan ban Pirelli sebagai kebutuhan yang tidak kalah penting dibanding kesempatan menjajal prototipe motor 850 cc.

Transisi yang dianggap terlalu sempit

Tes di Brno menjadi salah satu tahap awal pengembangan motor MotoGP generasi berikutnya. Mesin 850 cc dan ban Pirelli disiapkan untuk menggantikan kombinasi yang dipakai saat ini pada era MotoGP 2027.

Bagnaia memahami alasan Ducati tidak memberinya lampu hijau untuk turun di sesi itu. Ia menyebut keputusan tersebut wajar karena proyek jangka panjang pabrikan akan diprioritaskan kepada pebalap yang diperkirakan tetap berada dalam program 2027.

Kepada Crash, Bagnaia mengatakan bahwa dirinya akan berada di rumah, bukan karena pilihan pribadi, melainkan karena memang begitu situasinya. Ia juga menilai absennya banyak pebalap dari tes awal seperti ini membuat proses adaptasi terasa kurang rapi.

Menurut dia, pebalap yang tidak ikut Brno akan langsung masuk ke tes pascamusim di Valencia pada Desember tanpa pengalaman lebih dulu dengan ban Pirelli. Dalam pandangannya, waktu tes di Valencia juga sangat singkat, hanya sekitar pukul 11 sampai 3 sore.

Ban Pirelli jadi perhatian utama

Bagnaia menilai format itu menyulitkan pebalap untuk memahami karakter ban secara memadai. Jika waktunya sesingkat itu, ia menilai para pebalap juga akan kesulitan menyiapkan pertanyaan teknis yang tepat untuk Pirelli.

Dari sudut pandangnya, masalah utama bukan hanya siapa yang boleh mencoba motor 850 cc lebih dulu. Yang lebih mendesak adalah memberi kesempatan bagi pebalap untuk mulai membaca perilaku ban yang akan sangat memengaruhi motor baru nanti.

Bagnaia bahkan mengusulkan jalan lain yang menurutnya lebih masuk akal, yakni memberi kesempatan kepada pebalap yang absen di Brno untuk menguji ban Pirelli dengan motor MotoGP 1.000 cc yang saat ini dipakai. Namun, ia juga mengakui opsi itu tidak memungkinkan dalam kondisi yang berlaku sekarang.

Seleksi peserta karena prototipe terbatas

Terbatasnya jumlah prototipe menjadi alasan utama mengapa tidak semua pebalap dilibatkan dalam tes Brno. Sebagian besar pabrikan memilih memprioritaskan pebalap yang dipastikan bertahan untuk proyek 2027.

Situasi itu membuat sejumlah pebalap aktif, termasuk Bagnaia, harus menunggu dari kejauhan. Ia sendiri tidak melihat ketidakhadiran tersebut sebagai kerugian besar, dan memperkirakan peserta tes di Brno mungkin hanya empat atau lima orang.

Tes tertutup ini tetap penting karena menjadi salah satu titik awal pengembangan MotoGP generasi baru. Perubahan ke mesin 850 cc dan ban Pirelli diperkirakan akan mengubah karakter motor, setelan, dan cara pebalap membaca lintasan.

Dalam konteks itu, pandangan Bagnaia memperlihatkan bahwa adaptasi ban tak kalah penting dari adaptasi mesin. Ban akan langsung memengaruhi rasa berkendara, pengereman, akselerasi, dan kepercayaan diri pebalap saat motor baru mulai digunakan.

Salah satu nama yang dipastikan ikut dalam tes Brno adalah Marco Bezzecchi. Nama Bezzecchi juga disebut-sebut akan menjadi rekan setim baru Bagnaia di Aprilia musim depan.

Di tengah perubahan besar menuju 2027, sikap Bagnaia terlihat tegas. Ia bisa menerima alasan Ducati tidak memberinya kesempatan mencoba motor 850 cc, tetapi tetap berharap ada cara agar pebalap yang absen tidak datang ke Valencia tanpa pengalaman apa pun dengan ban Pirelli.

Source: oto.detik.com

Terkait