Ilmuwan sedang mengkaji cara membuat awan di atas laut lebih cerah untuk membantu meredam El Nino. Gagasan ini berpotensi mendinginkan suhu permukaan laut di kawasan yang berperan besar terhadap perkembangan fenomena tersebut.
Namun, upaya “meredupkan” sinar Matahari secara lokal itu membawa pertanyaan besar tentang risiko campur tangan pada sistem iklim global. Perubahan pada awan, laut, dan pola radiasi dapat memunculkan dampak yang belum sepenuhnya dipahami oleh ilmuwan.
Pendinginan Laut yang Ditargetkan
Teknik yang dibahas bernama marine cloud brightening, salah satu pendekatan geoengineering surya. Metode ini tidak mengubah energi Matahari, melainkan meningkatkan kemampuan awan laut untuk memantulkan radiasi kembali ke angkasa.
Secara teori, partikel air laut atau aerosol dapat disemprotkan ke atmosfer untuk membuat awan menjadi lebih cerah. Awan yang lebih reflektif kemudian mengurangi panas Matahari yang mencapai permukaan laut di bawahnya.
Peneliti dari University of California San Diego menilai pendinginan yang diarahkan ke wilayah tertentu dapat membantu melemahkan kejadian iklim musiman hingga beberapa tahun. Pendekatan ini berbeda dari gagasan geoengineering yang ditujukan untuk menurunkan suhu Bumi secara menyeluruh.
Riset tersebut dipimpin ilmuwan iklim UC San Diego, Kate Ricke, dan diterbitkan dalam jurnal Science Advances. Timnya meneliti kemungkinan penggunaan intervensi surya untuk mengurangi kejadian ekstrem seperti El Nino secara lebih terarah.
Dari Asap Kebakaran ke Simulasi Iklim
Dasar pemikiran studi ini datang dari kebakaran hutan besar di Australia pada 2019–2020. Asap dalam jumlah masif dari peristiwa itu masuk ke atmosfer dan membuat awan di atas Samudra Pasifik tampak lebih cerah.
Perubahan awan tersebut memantulkan lebih banyak radiasi Matahari dan membantu menurunkan suhu permukaan laut. Fenomena yang terjadi tanpa sengaja itu memberi gambaran tentang bagaimana efek serupa dapat diuji melalui simulasi untuk menghadapi El Nino.
Tim peneliti kemudian memodelkan penerapan pendinginan laut yang ditargetkan pada dua El Nino besar. Hasilnya menunjukkan potensi untuk memperkuat efek pendinginan dan pengeringan hingga sekitar 40 persen, sehingga intensitas fenomena dapat berkurang.
| Peristiwa yang Disimulasikan | Tahun | Hasil Utama |
|---|---|---|
| El Nino besar | 1997 | Berpotensi diperlemah melalui pendinginan laut yang ditargetkan |
| El Nino besar | 2015 | Menunjukkan potensi peningkatan efek pendinginan dan pengeringan hingga sekitar 40% |
Ancaman dari El Nino Sangat Kuat
Riset ini relevan karena El Nino dapat berkaitan dengan kekeringan, banjir, gelombang panas, dan kerugian ekonomi besar di berbagai wilayah dunia. NOAA Climate Prediction Center memperkirakan peluang El Nino mencapai kategori sangat kuat pada Desember 2026 sebesar 81 persen.
Fenomena ini tidak berdampak sama di setiap lokasi, tetapi perubahan suhu laut dapat memengaruhi pola cuaca dalam skala luas. Karena itu, kemampuan untuk menurunkan kekuatannya terlihat menarik sebagai tambahan bagi langkah pengurangan risiko iklim.
Kate Ricke menilai pendekatan tersebut masih layak dipelajari, bukan langsung diterapkan. Ia menekankan bahwa masih banyak hal yang harus dipahami sebelum teknik ini dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap upaya mengurangi dampak El Nino.
Model Iklim Belum Menjawab Semua Risiko
Hingga kini, belum ada rencana nyata untuk menguji teknik pencerahan awan laut tersebut di dunia nyata. Bukti yang ada masih berasal dari simulasi, sementara respons iklim sebenarnya dapat lebih rumit daripada yang digambarkan model.
Andrew Dessler, profesor ilmu atmosfer Texas A&M University yang tidak terlibat dalam penelitian, mengingatkan bahwa model iklim tidak sempurna. Menurutnya, selalu ada kemungkinan muncul masalah tak terduga yang justru lebih buruk daripada persoalan yang ingin diatasi.
Kekhawatiran lain adalah teknologi seperti ini dapat mengalihkan perhatian dari solusi utama perubahan iklim, yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca. Perdebatan mengenai geoengineering surya pun tidak hanya menyangkut manfaat ilmiahnya, tetapi juga risiko serta tata kelola jika suatu hari diterapkan.
Studi pencerahan awan laut membuka kemungkinan baru untuk menghadapi El Nino, tetapi belum menawarkan jalan pintas yang bebas konsekuensi. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami apakah pendinginan yang ditargetkan benar-benar dapat membantu tanpa mengganggu sistem cuaca di wilayah lain.







