PT Astra Honda Motor kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan balap nasional lewat Astra Honda Dream Cup 2026. Ajang ini hadir di tiga kota besar dan diposisikan sebagai ruang kompetisi sekaligus jalur mencari pembalap muda berbakat yang ingin naik ke level lebih tinggi.
AHDC 2026 tidak hanya menyajikan persaingan di lintasan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan berjenjang Honda. Pembalap daerah yang tampil di ajang ini mendapat kesempatan resmi untuk menunjukkan kemampuan sebelum melangkah ke Astra Honda Racing School dan Astra Honda Racing Team.
Tiga kota, tiga pusat persaingan
Rangkaian balap AHDC 2026 akan dimulai di Sirkuit Bukit Paseur, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 24 Mei 2026. Seri kedua lalu digelar di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah pada 16 Agustus 2026, sebelum penutup berlangsung di Palopo, Sulawesi Selatan pada 15 November 2026.
Pemilihan tiga kota tersebut menunjukkan upaya AHM memperluas jangkauan pembinaan balap ke berbagai wilayah. Skema ini juga memberi akses yang lebih merata bagi pembalap lokal dan komunitas motorsport daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi resmi.
Ruang tampil untuk banyak level pembalap
AHDC 2026 menghadirkan 12 kelas balap yang disusun untuk berbagai tingkat kemampuan dan kategori motor. Komposisinya mencakup sport, bebek, matic, hingga supermoto, sehingga ajang ini tidak hanya ramah bagi pembalap berpengalaman.
Kelas yang dipertandingkan meliputi Honda Sonic 150R/Supra GTR 150cc Tune Up Open, Rookie, dan Standar Beginner. Selain itu, ada pula kelas Honda Vario 160 Standar Pemula dan Non Pro, dua kelas Honda Matic Tune-Up dan Standar s/d 130cc Terbuka, serta kategori Pemula, Pemula Lokal Provinsi, dan Wanita.
Di sisi lain, AHDC juga membuka kelas Honda CRF 150L Supermoto Tune-Up Terbuka dan Honda CBR150R – AHM. Format seperti ini memperlihatkan bahwa pembinaan tidak dibatasi pada satu segmen saja, melainkan memberi jalan bagi pembalap muda dengan latar kemampuan yang beragam.
Vario 160 kembali menyita perhatian
Salah satu kelas yang paling menarik perhatian adalah Honda Vario 160 Standar. Kategori ini kembali hadir setelah sebelumnya diuji coba pada 2025 dan disebut mendapatkan respons sangat besar dari masyarakat.
Dengan mesin standar serta batasan modifikasi yang hanya menyentuh bagian transmisi atau CVT, kelas ini diprediksi menghadirkan persaingan ketat. Situasi tersebut biasanya menuntut pembalap tampil stabil, cermat, dan konsisten karena hasil balapan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan mengendalikan ritme.
Ekspansi hingga wilayah regional
Selain tiga seri utama, AHDC 2026 juga diperluas melalui kegiatan balap regional. Sumatera Utara, Riau, dan Sulawesi Utara disebut sebagai bagian dari pengembangan yang ikut memperkuat jalur pembinaan di daerah.
Langkah ini penting karena membuka peluang lebih dekat bagi pembalap lokal untuk terhubung dengan kompetisi resmi. Jika ruang tampil semakin luas, fondasi motorsport daerah juga berpeluang tumbuh lebih kuat dan lebih siap bersaing di level nasional.
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM menegaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk komitmen perusahaan bersama jaringan main dealer Honda untuk membangun ekosistem balap nasional. Ia juga menyebut AHDC hadir untuk memberi wadah bagi pecinta balap di seluruh Indonesia dan memotivasi pembalap muda agar terus berprestasi.
Bukan hanya soal hasil lomba
AHDC 2026 juga dirancang sebagai kegiatan yang dekat dengan edukasi dan komunitas. Program AHDC Tour akan menyasar pelajar SMA/SMK untuk memperkenalkan dunia balap sekaligus menjelaskan jalur pembinaan yang tersedia.
Komunitas sepeda motor Honda pun dilibatkan lewat turing atau city rolling menuju lokasi balap. Di area acara, pengunjung dapat menemukan booth pameran edukatif yang melengkapi pengalaman menonton balapan secara langsung.
Kombinasi kompetisi, pembinaan, dan kegiatan komunitas membuat Astra Honda Dream Cup 2026 memiliki peran yang lebih luas dari sekadar lomba balap. Ajang ini menjadi panggung penting bagi pembalap muda Indonesia, sekaligus jembatan yang mendekatkan dunia motorsport dengan masyarakat di berbagai daerah.
Source: www.oto.com






