AS Izinkan Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Bayang-Bayang IRGC Tetap Mengiringi

Pemerintah Amerika Serikat memastikan para pemain Timnas Iran tetap bisa tampil di putaran final Piala Dunia 2026. Kepastian ini muncul di tengah hubungan diplomatik yang tegang, sekaligus meredakan kekhawatiran bahwa Iran akan terhalang masuk ke wilayah AS.

Namun, izin itu tidak berlaku tanpa catatan. Sorotan justru mengarah ke rombongan pendamping Iran yang berpotensi ikut ke turnamen, karena sebagian pihak di AS menilai ada risiko keamanan yang masih harus diawasi.

Fokus pembatasan bukan pada atlet

Senator Amerika Serikat, Rubio, menegaskan bahwa belum ada pernyataan resmi yang melarang pemain Iran datang ke Amerika Serikat. Ia menyebut persoalan utama ada pada orang-orang yang ingin ikut bersama tim, bukan pada para pemainnya.

Rubio mengatakan, “Masalahnya bukan para atlet Iran. Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC.” Pernyataan itu memperlihatkan bahwa isu keamanan masih melekat kuat dalam pembahasan partisipasi Iran.

AS menganggap IRGC atau Korps Garda Reaksioner Iran sebagai organisasi teroris asing. Karena itu, setiap orang yang dinilai punya kaitan dengan kelompok tersebut berpotensi menghadapi hambatan masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Iran tetap ingin bermain meski tensi politik meningkat

Di sisi lain, Timnas Iran yang dikenal sebagai Team Melli tetap berkomitmen tampil di panggung sepak bola terbesar dunia itu. Ketegangan politik yang mengiringi tidak mengubah keinginan mereka untuk bermain di Piala Dunia 2026.

Situasi ini juga tidak lepas dari meningkatnya tensi antara kedua negara setelah pecahnya konflik bersenjata pada akhir Februari lalu. Meski kemudian disebut berada dalam fase gencatan senjata, dampaknya masih terasa dalam pembahasan soal keikutsertaan Iran.

Iran bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan mundur dari turnamen. FIFA kemudian turun tangan dan meyakinkan Mehdi Taremi serta rekan-rekannya agar tetap bertanding sesuai jadwal.

FIFA tolak permintaan pemindahan lokasi

Selain soal izin masuk, Iran juga pernah meminta agar laga dipindahkan ke Meksiko. FIFA menolak permintaan itu dan menegaskan bahwa venue serta jadwal pertandingan tetap berlaku.

Keputusan tersebut menjaga kepastian turnamen tetap utuh. Bagi Iran, hasil itu berarti mereka harus menjalani semua laga sesuai penempatan grup yang sudah ditetapkan sejak undian.

Berdasarkan hasil undian, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Komposisi ini menempatkan Iran dalam grup yang menuntut kesiapan tinggi sejak laga pertama.

Sorotan juga datang dari luar lapangan

Sebelum kepastian dari otoritas AS disampaikan, sempat muncul dorongan dari utusan Donald Trump, Paolo Zampolli, agar posisi Iran di FIFA digantikan oleh Timnas Italia. Usulan itu ikut memanaskan perdebatan di luar lapangan, meski tidak mengubah status Iran sebagai peserta turnamen.

Dalam konteks tersebut, pernyataan AS menjadi penting karena memberi batas yang lebih jelas antara urusan olahraga dan isu keamanan. Fokus kini bergeser pada siapa saja yang boleh masuk mendampingi tim, bukan pada larangan terhadap para pemain.

Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka di SoFi Stadium, Inglewood, pada 15 Juni 2026. Pertandingan itu akan menjadi sorotan besar karena bukan hanya menguji kekuatan Team Melli di lapangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana dinamika politik tetap membayangi perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026.

Terkait