Kasus arwah Kang Dong Sik di Phantom Lawyer menjadi salah satu perkara yang paling sulit ditangani Shin I Rang. Bukan hanya karena ada hantu yang meminta bantuan, tetapi juga karena sengketa keluarga, kondisi kesehatan, dan keaslian surat wasiat ikut bertabrakan dalam satu kasus.
Dibanding empat klien hantu sebelumnya, perkara ini bergerak jauh lebih berlapis. Setiap petunjuk baru justru memunculkan pertanyaan baru, sehingga arah pembelaan tidak bisa dibaca secara sederhana.
Demensia membuat memori Kang Dong Sik sulit dipulihkan
Kang Dong Sik meninggal dalam kondisi demensia, dan itu langsung memengaruhi inti persoalan. Meski sudah mendengar nama serta tanggal lahirnya sendiri, ingatannya tetap tidak stabil, sehingga penjelasan dari arwahnya tidak bisa diandalkan sepenuhnya.
Situasi ini menjadi rumit karena kasus bergantung pada detail memori dan kehendak terakhir. Saat kemampuan mengingat melemah, pembuktian atas apa yang benar-benar terjadi sebelum kematian ikut menjadi sulit.
Kerasukan Shin I Rang muncul lebih sering
Masalah lain datang dari Shin I Rang yang mengalami kerasukan lebih intens saat menangani kasus ini. Gangguan tersebut terasa lebih berat dibandingkan saat ia menghadapi empat klien hantu sebelumnya.
Frekuensi kerasukan yang tinggi membuat ritme kerja Shin I Rang terganggu. Di tengah persiapan sidang, kondisi seperti ini bisa mengacaukan strategi yang sudah disusun.
Perilaku saat kerasukan sampai menyerupai pasien demensia
Saat kerasukan, Shin I Rang bahkan sempat kehilangan orientasi seperti orang yang kebingungan mencari jalan pulang. Dalam situasi tertentu, ia sampai dibawa ke kantor polisi karena tidak bisa mengendalikan kondisinya.
Dampak ini menunjukkan bahwa kasus Kang Dong Sik tidak berhenti di ruang sidang. Tekanan yang muncul ikut menyentuh keselamatan dan mobilitas orang yang menangani perkara tersebut.
Sengketa warisan menyeret lingkar keluarga inti
Persoalan berikutnya muncul dari surat wasiat Kang Dong Sik, yang membuat Shin I Rang justru mewakili istri sang kakek. Di sisi lain, pihak yang harus dihadapi adalah putra kandung Kang Dong Sik sendiri.
Konfrontasi itu menambah beban emosional dalam persidangan. Sengketa warisan dalam keluarga sering menyisakan ruang abu-abu, dan kasus ini terlihat makin sulit karena kepentingan antaranggota keluarga saling berhadapan langsung.
Bukti pemalsuan mengubah arah persidangan
Ketegangan meningkat saat Yang Do Kyung menghadirkan bukti yang disebut tak terbantahkan terkait pemalsuan surat wasiat. Bukti tersebut langsung mengubah arah sidang dan membuat posisi lawan menjadi jauh lebih berat.
Dalam perkara warisan, isu pemalsuan bisa sangat menentukan. Jika pengadilan menerima dugaan itu, dasar pembagian harta dapat bergeser sepenuhnya dan seluruh dokumen kehilangan kekuatan.
Wasiat dibuat saat demensia sudah parah
Fakta lain yang membuat kasus ini semakin sulit adalah waktu pembuatan surat wasiat. Dokumen itu disebut ditulis ketika demensia Kang Dong Sik sudah berada pada tahap parah.
Menurut informasi yang muncul, istri kakek itulah yang menyuruh Kang Dong Sik menulis surat tersebut. Hal ini memunculkan pertanyaan serius tentang kapasitasnya saat mengambil keputusan dan memahami isi dokumen.
Ryeo Seon Hwa ternyata masih hidup
Lapisan paling mengejutkan datang dari Ryeo Seon Hwa yang semula dikira sudah meninggal, tetapi ternyata masih hidup. Temuan ini langsung mengguncang relevansi surat wasiat yang sebelumnya tampak begitu kuat.
Keberadaan Ryeo Seon Hwa mengubah peta masalah secara signifikan. Dalam sengketa warisan, status seseorang yang ternyata masih hidup dapat memengaruhi sah atau tidaknya pembagian harta yang sudah disiapkan.
Kasus Kang Dong Sik memperlihatkan bahwa Phantom Lawyer tidak hanya bermain di ranah supranatural, tetapi juga pada kerumitan hukum keluarga dan pembuktian yang rapuh. Saat demensia, pemalsuan, kerasukan, dan fakta identitas saling bertabrakan, surat wasiat yang semula dianggap kunci justru bisa goyah lagi.
