Armstrong Samakan Agen AI Dengan Mobil Otonom, Coinbase Klaim Lebih Aman Dari Manusia

Brian Armstrong kembali mendorong narasi bahwa agen AI di Coinbase sedang bergerak menuju tingkat keandalan yang bisa disandingkan dengan mobil swakemudi. CEO Coinbase itu menyebut sistem AI di perusahaannya menuju tahap yang “lebih aman daripada pengemudi manusia” saat menjawab kekhawatiran investor soal risiko AI mengambil alih lebih banyak pekerjaan teknis.

Pernyataan itu menempatkan Coinbase di persimpangan antara efisiensi dan kontrol. Di satu sisi, perusahaan ingin memanfaatkan AI untuk mempercepat kerja, tetapi di sisi lain Coinbase tetap mempertahankan pengawasan manusia sebelum kode masuk ke produksi.

AI mulai masuk ke alur kerja teknis

Armstrong menjelaskan bahwa ada skenario ketika orang nonteknis bisa menulis kode, lalu AI agents memeriksa, mengecek keamanan, dan meningkatkan kualitasnya. Ia juga mengatakan bahwa pada kondisi tertentu, AI bisa langsung membawa kode ke produksi, meski situasi seperti itu belum terjadi sekarang.

Di tahap saat ini, product manager, desainer, dan karyawan nonteknis lain didorong untuk memakai AI agents saat menyusun kode. Namun, seluruh kode tetap diperiksa engineer manusia sebelum dirilis ke produksi, sehingga kontrol internal belum dilepas.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa Coinbase tidak memperlakukan AI sebagai pengganti penuh manusia. Perusahaan justru menempatkannya sebagai alat bantu yang bisa mempercepat pekerjaan teknis tanpa menghapus lapisan verifikasi.

Produktivitas naik, kualitas ikut menjadi fokus

Dalam panggilan yang sama, CFO Alesia Haas mengatakan metrik pull requests per engineer naik hampir 80% secara tahunan. Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap kualitas justru tumbuh lebih cepat, menandakan perusahaan tidak hanya mengejar kuantitas output.

Kenaikan itu menjadi salah satu alasan Coinbase terdorong mengekspansi penggunaan AI di alur kerja internal. Di saat yang sama, perusahaan tetap menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus berjalan bersama pengawasan yang ketat.

Armstrong memosisikan pergeseran itu sebagai bagian dari perubahan yang lebih besar di industri teknologi. Ia menggambarkan masa depan ketika AI agents mampu memeriksa kode, membantu produksi, dan menjalankan tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia.

Tekanan bisnis tetap berat

Di luar pembahasan soal AI, Coinbase masih menghadapi tekanan bisnis yang nyata. Perusahaan melaporkan rugi bersih kuartal pertama yang lebih besar dari perkiraan, sekaligus menjadi periode tiga bulan kedua berturut-turut yang berakhir merah sejak pasar kripto mulai melemah pada musim gugur lalu.

Beberapa hari sebelumnya, Coinbase juga memangkas 14% tenaga kerja atau 700 karyawan. Perusahaan menyebut langkah itu diambil karena “current market conditions” dan kebutuhan untuk “optimize the Company’s operations for the AI era.”

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa adopsi AI di Coinbase tidak terjadi dalam ruang hampa. Perusahaan sedang berusaha menekan biaya, menjaga efisiensi, dan menyesuaikan struktur kerja di tengah pasar yang masih rapuh.

Saham tertekan, visi jangka panjang tetap agresif

Sebagai bursa kripto terbesar di AS, Coinbase juga merasakan tekanan di pasar saham. Saham perusahaan turun 3% dalam perdagangan pra-pasar pada Jumat, dan pada penutupan Kamis masih 52% di bawah level tertingginya pada Oktober lalu.

Armstrong tidak memberikan prediksi soal pemulihan kripto dalam waktu dekat. Namun, ia tetap membawa visi jangka panjang yang sangat besar, yakni dunia dengan miliaran AI agents yang melakukan transaksi dan mengirim uang.

Dalam pandangan Armstrong, blockchain akan menjadi “only option” untuk sistem keuangan seperti itu. Haas menambahkan bahwa Coinbase memilih fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan perusahaan, termasuk memperkuat posisinya di pasar perdagangan spot kripto AS yang sempat meningkat selama periode tersebut.

Terkait