Argentina Siapkan Aturan Perusahaan Tanpa Manusia, Investor Teknologi Mulai Melirik

Author: Cung Media

Argentina sedang mendorong ide yang bisa mengubah cara perusahaan dibentuk dan dijalankan. Pemerintahan Javier Milei menyiapkan rancangan undang-undang yang membuka jalan bagi perusahaan berbasis kecerdasan buatan dan robot, dengan manusia tetap hanya sebagai pengawas.

Langkah ini muncul saat banyak perusahaan teknologi memangkas tenaga kerja dan memindahkan investasi besar ke AI untuk mengejar efisiensi. Di sisi lain, Argentina justru ingin menempatkan diri sebagai tujuan yang ramah bagi model bisnis baru yang bertumpu pada AI dan blockchain.

Konsep perusahaan non-manusia

Dalam opini di Financial Times pada Juni lalu, Milei memperkenalkan konsep non-human corporations. Istilah itu merujuk pada perusahaan yang dapat beroperasi memakai agen AI atau robot yang mampu mengambil keputusan secara independen di lingkungan yang tidak dapat diprediksi.

Jika aturan itu disahkan, Argentina berpotensi menjadi negara pertama yang memiliki kategori hukum khusus untuk perusahaan yang dijalankan AI, menurut sejumlah pakar hukum. Pemerintah Argentina menyebut langkah tersebut sebagai upaya menciptakan kondisi yang lebih baik untuk menarik investasi.

Juru bicara kantor kepresidenan mengatakan belum ada perusahaan maupun komitmen investasi yang secara langsung terkait dengan rancangan itu. Namun, sinyal kebijakan yang dibawa Milei sudah cukup memicu perhatian pelaku usaha.

Manusia tetap wajib mengawasi

Meski terdengar radikal, para pengacara korporasi menilai konsep ini tidak se-ekstrem yang dibayangkan publik. RUU itu tetap mewajibkan adanya administrator manusia untuk mengawasi operasional perusahaan otomatis.

Aturan tersebut juga menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pengambilan keputusan tidak menghapus tanggung jawab pengurus perusahaan. Perusahaan tetap memikul tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh AI maupun sistem algoritma yang dipakainya.

Lawrence Cunningham, Direktur Weinberg Center for Corporate Governance di University of Delaware, menilai langkah menghapus peran manusia sepenuhnya masih terlalu jauh. Ia menyebut usulan ini berani, tetapi menekankan bahwa bisnis tanpa divisi SDM belum berarti dunia berubah total.

Aspek Isi Utama Dampak
Administrator Masih wajib ada manusia yang mengawasi Operasional otomatis tetap punya kontrol manusia
Tanggung jawab AI tidak menghapus akuntabilitas pengurus Kerugian tetap bisa dibebankan ke perusahaan
Model baru Non-human corporations Membuka kategori hukum untuk perusahaan AI

Daya tarik bagi investor dan pelaku usaha

Di balik kontroversinya, rancangan ini dipandang sebagai sinyal bahwa Argentina ingin memberi kerangka hukum yang lebih jelas bagi perusahaan otomatis. Pengacara korporasi Maria Gisele Cano mengatakan sudah menerima lebih dari belasan pertanyaan dari pelaku usaha di Argentina maupun luar negeri soal proposal tersebut.

Ia menilai aturan khusus seperti ini bisa memberi kepastian yang dibutuhkan investor. Profesor hukum University of Alabama, Yonathan Arbel, juga melihat peluang besar bagi Argentina bila mampu membangun lingkungan bisnis yang ramah terhadap AI.

Arbel menyarankan agar regulasi itu ikut mengatur identitas digital bagi agen AI. Menurut dia, langkah itu penting agar interaksi dengan individu maupun perusahaan bisa berlangsung lebih aman dan jelas.

Kritik soal akuntabilitas dan blockchain

Rancangan Milei tidak lepas dari kritik. Sejarawan Israel Yuval Noah Harari mengingatkan bahwa kewenangan yang terlalu besar kepada AI dapat mengurangi akuntabilitas perusahaan.

Kekhawatiran serupa muncul di sektor blockchain karena RUU itu juga mengakomodasi pembentukan perusahaan berbentuk Decentralized Autonomous Organization atau DAO. Model ini memungkinkan anggota memberikan suara memakai token digital, tetapi mantan Presiden Bitcoin Argentina Ricardo Mihura Estrada menilai kewajiban identifikasi pengguna token akan sulit diterapkan.

Ia menyebut niat pemerintah baik, tetapi praktik di dunia blockchain tidak sesederhana itu. Pemerintah Argentina menegaskan identifikasi pengguna token adalah persyaratan keamanan minimum, sementara DAO yang ingin tetap anonim masih boleh beroperasi meski tidak akan mendapat manfaat hukum dari aturan tersebut.

Ambisi besar di sektor AI

Langkah legislatif ini sejalan dengan ambisi Milei menjadikan Argentina sebagai pusat pengembangan AI global. Ia menilai wilayah Patagonia punya cuaca dingin dan pasokan energi yang ideal untuk membangun pusat data.

Pada Oktober tahun lalu, OpenAI bersama Sur Energy mengumumkan rencana pembangunan data center di Argentina dengan nilai investasi hingga US$25 miliar. Bagi pemerintah, kombinasi kebijakan baru dan proyek besar seperti itu menjadi bagian dari upaya menarik modal ke sektor teknologi.

Diego Duprat, salah satu penyusun RUU sekaligus profesor hukum, mengatakan konsep perusahaan otomatis sebenarnya sudah mulai diterapkan dalam model bisnis tertentu. Ia mencontohkan supermarket tanpa kasir yang didukung AI sebagai salah satu bentuk awalnya.

Jika rancangan ini lolos, Argentina tidak hanya menguji batas hukum perusahaan modern, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa AI dan blockchain akan diberi ruang lebih besar dalam ekonomi masa depan negara itu.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru