Apple dilaporkan tengah menghadapi hambatan rekayasa yang serius dalam pengembangan iPhone lipat pertamanya. Laporan dari Nikkei menyebut masalah itu muncul saat fase produksi uji coba dan berpotensi menggeser jadwal pengiriman perdana selama beberapa bulan.
Kondisi ini menjadi sorotan karena Apple dikenal sangat ketat saat masuk ke kategori produk baru. Di tengah antusiasme pasar terhadap perangkat lipat, perusahaan asal Cupertino itu justru menghadapi tantangan teknis di tahap paling penting sebelum produksi massal dimulai.
Masalah muncul saat verifikasi teknik
Laporan tersebut menyebut periode antara April hingga awal Mei sebagai masa krusial bagi Apple untuk menyelesaikan uji verifikasi teknik. Jika tahap ini tidak lolos sesuai target, jadwal produksi massal dapat ikut berubah dan pemasok komponen sudah mendapat sinyal mengenai kemungkinan penyesuaian linimasa.
Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan Apple bukan hanya soal menghadirkan desain baru. Perusahaan juga harus memastikan perangkat lipat itu memenuhi standar ketahanan internal yang tinggi, terutama pada komponen yang paling rentan seperti engsel dan layar lipat.
Engsel dan layar jadi titik paling sensitif
Di industri ponsel lipat, engsel dan area lipatan layar sering menjadi fokus utama karena berhubungan langsung dengan daya tahan jangka panjang. Apple disebut memberi perhatian besar pada dua bagian tersebut agar produknya tidak mengalami masalah umum yang kerap muncul pada perangkat foldable generasi awal.
Pendekatan hati-hati itu sejalan dengan reputasi Apple yang biasanya menunda peluncuran sampai produk dianggap benar-benar matang. Langkah ini memang bisa menekan risiko, tetapi juga membuka peluang mundurnya jadwal jika hambatan teknis belum terselesaikan.
Jadwal peluncuran masih belum benar-benar aman
Di tengah kabar hambatan teknis, Mark Gurman dari Bloomberg masih menilai proyek iPhone lipat berada di jalur untuk diperkenalkan pada September. Menurut laporannya, perangkat itu tetap berpeluang debut bersama jajaran iPhone 18 Pro dan Pro Max.
Meski begitu, Gurman juga menekankan bahwa jadwal tersebut belum final. Gangguan tak terduga di rantai pasok masih bisa mengubah rencana, terutama jika masalah pada komponen utama belum rampung sebelum produksi massal dimulai.
Apple datang belakangan ke pasar foldable
Apple memang masuk lebih lambat dibanding pesaingnya di segmen ponsel lipat. Samsung sudah memulai era perangkat foldable sejak 2019, sedangkan rumor tentang iPhone lipat sendiri telah beredar sejak 2017.
Keterlambatan itu membuat ekspektasi publik makin tinggi. Konsumen kini tidak hanya menunggu desain baru, tetapi juga inovasi yang benar-benar berbeda dari perangkat lipat yang sudah lebih dulu hadir di pasar.
Fakta utama yang ikut disorot laporan
- Masalah muncul saat produksi uji coba dan terkait rekayasa perangkat.
- Periode April hingga awal Mei menjadi tahap penting untuk verifikasi teknik.
- Bloomberg masih menilai peluncuran pada September tetap memungkinkan.
- Produksi awal diperkirakan sekitar tujuh hingga delapan juta unit.
- Model lipat ini disebut akan menyumbang kurang dari 10 persen dari total produksi iPhone.
Apple disebut tidak ingin mengambil risiko dengan merilis perangkat yang belum lolos uji ketahanan ekstrem. Dengan target produksi awal yang relatif terbatas, perusahaan tampaknya ingin menjaga keseimbangan antara ambisi masuk ke pasar foldable dan reputasi sebagai produsen perangkat premium yang mengutamakan kualitas.
Hingga kini, Apple belum memberi komentar resmi atas laporan Nikkei maupun Bloomberg, sementara pasar masih menunggu apakah tim rekayasa di Cupertino mampu menuntaskan kendala itu tepat waktu atau justru membuat iPhone lipat debut lebih lambat dari perkiraan.
Source: id.mashable.com






