Apple belum mengunci desain engsel untuk foldable iPhone yang disebut iPhone Ultra. Dua opsi yang masih dipertimbangkan adalah liquid metal dan teknologi 3D printing.
Pilihan itu penting karena engsel akan sangat menentukan seberapa mulus lipatan layar pada perangkat lipat pertama Apple. Jika hasilnya sesuai harapan, iPhone Ultra berpeluang menghadirkan garis lipatan yang jauh lebih halus di kelas premium.
Apple masih mencari jalur produksi yang paling masuk akal
Fixed Focus Digital menyebut Apple sempat condong ke liquid metal karena produksi awal foldable iPhone diperkirakan terbatas. Namun, opsi itu belum final karena 3D printing juga bisa menjadi jalan yang lebih mudah jika pasokan memory dan biaya produksi lebih terkendali.
Liquid metal sendiri adalah paduan logam amorf tanpa struktur kristal kaku seperti logam biasa. Saat mendingin, material ini membentuk metallic glass yang menawarkan elastisitas tinggi, ketahanan gores, dan kemampuan kembali ke bentuk semula.
| Opsi Engsel | Karakter Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Liquid Metal | Elastis, tahan gores, kembali ke bentuk semula | Lebih rumit dan sulit diproduksi |
| 3D Printing | Lebih mudah untuk manufaktur | Bisa dipilih jika pasokan memory dan biaya membaik |
Fixed Focus Digital juga menyebut Apple akan menentukan sistem engsel yang dipakai pada akhir Juli. Jika rencana produksi berjalan lebih baik, 3D printing disebut berpeluang dipilih karena manufakturnya dinilai lebih sederhana dibanding liquid metal.
Target layar rata dan tekanan dari kompetitor
Rumor lain yang beredar menyebut layar foldable iPhone akan dibuat setipis dan serata mungkin. Target itu muncul setelah Oppo Find N6 dijadikan pembanding karena ponsel lipat tersebut dikenal punya layar yang sangat rata untuk ukuran perangkat lipat.
Oppo Find N6 memakai 2nd-Generation Titanium Flexion Hinge dengan teknologi 3D Liquid Printing. Proses ini memindai celah-celah kecil di permukaan lalu mengisinya dengan droplet fotopolimer agar lipatan layar lebih mulus.
| Perangkat | Teknologi Engsel | Ketahanan / Catatan |
|---|---|---|
| Oppo Find N6 | 2nd-Generation Titanium Flexion Hinge, 3D Liquid Printing | Tahan 600.000 lipatan, sertifikasi seamless folding Rheinland |
| iPhone Ultra | Masih memilih antara liquid metal dan 3D printing | Ditargetkan punya crease sangat halus |
Oppo menyebut Find N6 sebagai layar foldable paling rata yang tersedia saat ini. Perangkat itu juga memakai titanium alloy dome hinge dan Dome Memory Glass, lalu mendapat sertifikasi seamless folding dari Rheinland di Jerman.
Selain soal engsel, harga iPhone Ultra ikut menyita perhatian. Model dasar perangkat ini disebut akan dibanderol di kisaran $2,299 hingga $2,399, hampir dua kali lipat dari iPhone 17 Pro Max saat ini.
Dengan banderol setinggi itu, Apple tampaknya dituntut menghadirkan foldable yang benar-benar berbeda dari kompetitor. Karena itu, keputusan antara liquid metal dan 3D printing bukan hanya urusan produksi, tetapi juga penentu apakah iPhone Ultra bisa memenuhi ekspektasi pasar premium yang sangat ketat.
