Apple Intelligence akhirnya membuka jalan menuju China, tetapi pengguna iPhone di sana tidak akan menerima versi yang sama seperti di Amerika Serikat dan pasar global lainnya. Apple harus mengubah fondasi layanan AI-nya agar sesuai dengan regulasi lokal yang ketat.
Perbedaan itu terutama terlihat pada teknologi yang mendukung fitur AI Apple di China. Alih-alih mengandalkan susunan mitra globalnya, Apple akan memakai dukungan model AI dari perusahaan teknologi China, termasuk Alibaba dan Baidu.
Model Lokal Menjadi Kunci Masuk China
Apple Intelligence telah didaftarkan kepada regulator siber China untuk digunakan pada iPhone. Langkah tersebut mengurangi hambatan legal utama bagi Apple untuk membawa kemampuan AI generatif ke salah satu pasar ponsel pintar paling kompetitif di dunia.
Di China, layanan AI generatif yang ditawarkan kepada publik wajib terdaftar pada Cyberspace Administration of China atau CAC. Aturan yang berlaku sejak Agustus 2023 itu juga mengharuskan layanan mematuhi kebijakan konten pemerintah, termasuk pembatasan pada topik politik sensitif.
Persyaratan lain yang penting adalah penyimpanan data pengguna di server yang berada di China. Kondisi ini membuat arsitektur Apple Intelligence dari pasar lain tidak dapat diterapkan begitu saja di negara tersebut.
Alibaba mengonfirmasi bahwa model Qwen akan diintegrasikan ke Apple Intelligence untuk pengguna di China. Integrasi itu mencakup iOS, iPadOS, macOS, serta visionOS.
| Mitra AI | Peran di China | Platform Terkait |
|---|---|---|
| Alibaba | Model Qwen terintegrasi ke Apple Intelligence | iOS, iPadOS, macOS, visionOS |
| Baidu | Mengembangkan fitur Apple Intelligence | iPhone di China |
Juru bicara Baidu juga membenarkan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan Apple untuk mengembangkan fitur Apple Intelligence bagi pengguna iPhone di China. Dengan dua kemitraan tersebut, sistem AI Apple di China diperkirakan memakai pendekatan yang berbeda secara mendasar dari versi internasionalnya.
Belum Ada Jadwal Peluncuran Resmi
Meski layanan itu telah terdaftar, Apple belum mengumumkan tanggal ketersediaan Apple Intelligence di China. Pengumuman CAC hanya menyatakan status pendaftaran layanan, sementara waktu peluncuran tetap berada di tangan Apple.
Fitur tersebut berpeluang hadir lewat pembaruan iOS yang lebih baru. Kemunculannya disebut bisa terjadi melalui iOS 26.5 atau iOS 27 pada akhir tahun ini, tetapi belum ada pernyataan resmi Apple yang memastikan jadwal itu.
Ketidakpastian jadwal menjadi penting karena Apple menghadapi persaingan yang sangat ketat di China. Huawei, Xiaomi, dan Oppo terus memperkuat posisi mereka melalui perangkat serta layanan AI yang sudah lebih dulu tersedia bagi konsumen lokal.
AI Menjadi Pertaruhan Baru iPhone
Selama ini, salah satu keluhan konsumen di China adalah iPhone dinilai belum menawarkan pengalaman AI sehari-hari yang setara dengan sejumlah ponsel lokal. Xiaomi, Huawei, dan Vivo telah menghadirkan fitur AI canggih, sehingga absennya Apple Intelligence menjadi celah bagi Apple.
Apple Intelligence dapat membantu Apple menjawab tekanan tersebut melalui kemampuan seperti terjemahan real-time, ringkasan e-mail, dan bantuan AI di berbagai aplikasi. Namun, manfaat itu nantinya akan berjalan dalam kerangka teknologi serta aturan konten yang berlaku khusus di China.
Dari sisi bisnis, kehadiran fitur AI ini berpotensi menjadi pembeda penting bagi iPhone ketika pasar ponsel pintar China terus menantang. Apple disebut tetap mencatat pertumbuhan pada kuartal kedua 2026 saat pasar secara umum menyusut, bersama Huawei sebagai salah satu merek yang masih bertumbuh.
Masuknya Apple Intelligence ke China pada akhirnya bukan sekadar ekspansi fitur perangkat lunak. Langkah ini menjadi penyesuaian besar Apple terhadap pasar yang menuntut teknologi AI lokal, pengelolaan data di dalam negeri, dan kepatuhan penuh terhadap regulasi pemerintah.
Source: tekno.kompas.com






