Antrean pembelian motor listrik mulai memanjang bahkan sebelum subsidi Rp5 juta benar-benar berlaku pada Juni 2026. Kuota awal yang hanya 100 ribu unit membuat banyak calon pembeli bergerak lebih cepat agar tidak kehilangan alokasi.
Minat yang naik ini juga dipicu skema pengajuan yang lebih sederhana dibanding program sebelumnya. Pembeli cukup memakai Nomor Induk Kependudukan yang terverifikasi untuk mendapat potongan harga langsung di dealer resmi yang terdaftar.
Model yang paling cepat masuk radar konsumen
Di antara model yang paling banyak dicari, Polytron Fox Air menjadi salah satu nama yang paling menonjol. Motor ini menarik perhatian lewat desain modern dengan lampu LED bergaya futuristis dan jarak tempuh yang diklaim lebih dari 100 kilometer sekali isi daya.
Dengan tambahan subsidi Rp5 juta, harga Polytron Fox Air diperkirakan makin kompetitif terhadap motor matik konvensional. Faktor inilah yang ikut mendorong lonjakan pemesanan di sejumlah dealer.
Segmen premium juga ikut bergerak lewat Alva Cervo. Motor listrik produksi dalam negeri ini menawarkan desain premium, teknologi modern, dan fitur boost yang membuat akselerasi terasa lebih responsif.
Di kelas yang lebih terjangkau, Exotic Mizone ikut mencuri perhatian. Model kompak ini dibekali keyless, alarm pintar, dan panel instrumen digital, lalu setelah dipotong subsidi harganya diperkirakan berada di bawah Rp10 juta.
Smoot Tempur juga masuk daftar yang ramai diburu karena mengandalkan sistem swap battery atau tukar baterai. Teknologi ini memungkinkan pengguna menukar baterai kosong dengan baterai penuh hanya dalam hitungan detik.
Honda dan Gesits ikut menekan persaingan
Honda EM1 e dan Gesits Raya G ikut menguat sebagai opsi yang dicari konsumen. Keduanya dinilai menarik bagi pembeli yang mengutamakan kemudahan servis dan dukungan suku cadang.
Honda punya jaringan layanan purna jual luas melalui AHASS di berbagai daerah. Sementara itu, Gesits terus memperkuat posisinya sebagai motor listrik karya anak bangsa dengan desain terbaru dan penggunaan komponen dalam negeri yang disebut semakin tinggi.
Syarat yang tetap harus dipenuhi
Meski proses dibuat lebih mudah, pemerintah tetap menetapkan ketentuan dasar untuk penerima subsidi. Satu NIK hanya bisa dipakai untuk satu kali pembelian motor listrik bersubsidi, dan data pembeli akan diverifikasi melalui sistem kependudukan nasional.
Identitas pada KTP juga harus sesuai dengan data yang dipakai saat registrasi kendaraan. Dengan kuota awal yang terbatas, tekanan permintaan diperkirakan tetap tinggi saat program dimulai pada Juni 2026 dan memusat pada model-model yang sudah lebih dulu diburu konsumen.







