Anthony Xie mengubah prioritas setelah menjadi ayah. Suami Audi Marissa itu kini memilih lebih selektif menerima pekerjaan agar dapat meluangkan waktu lebih banyak bersama putranya, Anzel Maverick Xie.
Keputusan tersebut membuat kegiatan di dunia hiburan tidak lagi menjadi pusat rutinitasnya. Anthony menempatkan keterlibatan dalam keseharian anak sebagai hal yang lebih penting dibanding kesibukan pribadi.
Rutinitas antar-jemput sekolah menjadi salah satu waktu yang dijaga Anthony bersama Anzel. Ia mengatakan kegiatan tersebut diusahakan berlangsung setiap hari, sementara Audi Marissa dapat mengambil alih bila dirinya berhalangan.
“Oh iya, tiap hari pasti dong, antar jemput sekolah. Dan kalau hari ini nggak bisa, ya pasti istri bisa jemput,” kata Anthony.
Kegiatan sederhana itu menjadi bagian dari upayanya untuk hadir langsung dalam tumbuh kembang sang anak. Anthony tidak ingin seluruh pengasuhan Anzel diserahkan kepada orang lain.
Memilih hadir dalam keseharian anak
Bagi Anthony, keterlibatan langsung memungkinkan dirinya mengikuti perkembangan Anzel dengan lebih dekat. Ia menilai peran tersebut semakin penting karena dirinya dapat menjaga sekaligus mengurus berbagai kebutuhan putranya.
“Karena, aku yang jaga dan aku yang bisa ngurusin semuanya juga dan aku bisa tahu perkembangannya, itu sih makin penting,” ungkap Anthony.
Perubahan itu juga berdampak pada cara Anthony membagi waktu untuk dirinya sendiri. Ia mengaku kini lebih banyak memusatkan perhatian kepada anak dibanding teman maupun hobi pribadi.
“Aku jadi nggak ada waktu untuk kehidupan sendiri atau maksudnya lebih fokus sama anak, nggak sama teman atau nggak sama sesuatu hobi, tapi ya lebih ke anak sih kalau aku,” tuturnya.
Jeda kerja memberi ruang untuk keluarga
Anthony menilai pola kerja sebagai aktor memberinya fleksibilitas untuk mengatur ritme tersebut. Dalam pekerjaannya, ia bisa memiliki jeda selama beberapa bulan sebelum memutuskan mengambil proyek berikutnya.
Kepada detikHot di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Anthony menjelaskan bahwa masa jeda itu dapat dipakai untuk fokus pada keluarga. Setelah kembali bekerja, ia juga masih memiliki kesempatan untuk mengambil waktu istirahat lagi.
“Karena prosesnya mungkin bisa jeda dua-tiga bulan, bisa ngambil, bisa gak ngambil job dulu. Bisa sibuk sama diri sendiri dan setelah itu baru kerja, terus bisa break lagi,” ujar Anthony.
Fleksibilitas tersebut membuatnya tidak harus terus menerima pekerjaan tanpa jeda. Anthony dapat menentukan kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya mendampingi Anzel di rumah.
Bonding ayah dan anak menjadi perhatian
Anthony memandang kedekatan ayah dan anak penting dibangun ketika anak masih berada dalam masa pertumbuhan. Karena itu, ia berusaha menyediakan waktu sebanyak mungkin untuk menjalin bonding bersama Anzel.
“Apalagi di usia-usia seperti ini, kan penting banget untuk bonding ayah dan anaknya,” kata Anthony. Pilihan mengurangi pekerjaan pun menjadi bagian dari langkahnya untuk menjaga kedekatan tersebut dalam rutinitas sehari-hari.
