Antam Tebar Dividen Rp5,04 Triliun, Laba Naik 106 Persen tapi Dana Ditahan untuk Ekspansi

Author: Cung Media

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam memilih membagikan dividen tunai Rp5,04 triliun kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta. Angka itu setara 70 persen dari total laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun buku 2025.

Di balik pembagian yang besar itu, perusahaan juga menahan sebagian laba untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha. Skemanya menunjukkan Antam ingin tetap memberi imbal hasil kepada investor sambil menjaga ruang pendanaan bagi agenda pertumbuhan ke depan.

Dividen naik, porsi pembagian turun

Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto, menyebut keputusan dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan keuntungan nyata bagi pemegang saham. Ia juga menegaskan bahwa keputusan RUPST tetap mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Perubahan menarik justru terlihat pada rasio pembayarannya. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM, Handi Susanto, menjelaskan bahwa porsi laba yang dibagikan turun dari 100 persen menjadi 70 persen, meski nilai nominal dividen yang diterima investor tetap naik.

Menurut Handi, sebagian laba sengaja tidak dibagikan agar perusahaan memiliki dana untuk membiayai proyek-proyek pengembangan usaha. Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari strategi transformasi korporasi untuk memperkuat fondasi bisnis dan mencari sumber pertumbuhan baru.

Kinerja keuangan ikut menguat

Keputusan membagikan dividen besar ini ditopang oleh kinerja Antam yang membaik tajam pada tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp84,64 triliun, naik 22 persen secara tahunan.

Laba tahun berjalan juga melonjak 106 persen menjadi Rp7,92 triliun. Dari jumlah itu, 30 persen atau Rp2,16 triliun disepakati menjadi saldo laba ditahan untuk kebutuhan perusahaan.

Pos Keuangan Nilai
Dividen tunai Rp5,04 triliun
Porsi laba dibagikan 70 persen
Pendapatan Rp84,64 triliun
Pertumbuhan pendapatan 22 persen
Laba tahun berjalan Rp7,92 triliun
Pertumbuhan laba 106 persen
Saldo laba ditahan Rp2,16 triliun

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan laba memberi ruang bagi Antam untuk berbagi hasil dengan pemegang saham. Pada saat yang sama, perusahaan tetap menyiapkan cadangan dana untuk mendukung ekspansi dan pengembangan usaha.

Fokus tata kelola dan agenda strategis

Manajemen menegaskan seluruh keputusan RUPST diambil dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi. Untung menyebut langkah itu menunjukkan komitmen Antam untuk menjalankan praktik tata kelola perusahaan yang baik.

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui perombakan susunan pengurus perseroan. Agenda tersebut menandai fase baru bagi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis ke depan.

Antam juga bersiap menjalankan penugasan strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi mineral. Perusahaan ikut diarahkan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik nasional, yang menjadi salah satu fokus besar industri tambang dan manufaktur di Indonesia.

Terbaru