Android 16 Bikin Baterai Cepat Habis, 5 Pengaturan Ini Sering Jadi Biang Keladinya

Banyak pengguna Android 16 melaporkan baterai ponsel terasa lebih cepat habis setelah pembaruan. Masalah ini tidak selalu berasal dari aplikasi berat, karena sejumlah fitur bawaan justru bisa membuat CPU, modem, dan radio nirkabel bekerja lebih sering di latar belakang.

Android 16 memang membawa optimasi berbasis machine learning untuk mengelola sumber daya lebih efisien. Namun, efisiensi itu bisa turun saat fitur pintar dibiarkan aktif bersamaan dan terus memantau jaringan, memindai perangkat sekitar, menjaga layar tetap aktif, atau mengirim data sistem tanpa henti.

Pengiriman data diagnostik sering luput diperhatikan

Salah satu penyebab yang paling mudah terlewat adalah pengiriman data penggunaan dan diagnostik. Izin ini biasanya aktif setelah penyiapan atau pembaruan sistem besar, lalu terus mengumpulkan log sistem, memantau crash aplikasi, dan mengunggah statistik performa.

Aktivitas tersebut bisa membangunkan prosesor dari mode deep sleep. Untuk mematikannya, buka Settings, lalu Security & Privacy, pilih More Privacy Settings, dan nonaktifkan toggle Send diagnostic data.

Pemindaian perangkat sekitar juga ikut menguras daya

Android 16 mengandalkan konektivitas ekosistem yang kuat, sehingga ponsel bisa terus mencari perangkat terdekat untuk pairing. Pemindaian seperti ini membuat radio Bluetooth dan Wi‑Fi tetap aktif di latar belakang, meski aksesori yang dicari sebenarnya tidak sedang ingin dihubungkan.

Di menu Settings, masuk ke Location, lalu cari Nearby device scanning dan matikan fitur tersebut. Langkah ini dapat mengurangi proses pencarian perangkat yang berjalan diam-diam sepanjang hari.

Mode 5G tidak selalu paling hemat

Kecepatan 5G memang unggul untuk streaming video resolusi tinggi atau mengunduh file besar. Tetapi di area dengan sinyal 5G yang tidak stabil, modem harus bekerja lebih keras karena terus berpindah antara 5G dan LTE, bahkan saat ponsel hanya berada di saku.

Perpindahan itu bisa memicu panas internal dan membuat baterai turun lebih cepat. Jika throughput tinggi tidak dibutuhkan terus-menerus, buka Settings, pilih Network & Internet, lalu SIMs, kemudian ubah Preferred network type dari 5G ke LTE.

Always-On Display menyedot daya terus-menerus

Always-On Display atau AOD memang praktis karena jam dan notifikasi tetap terlihat tanpa menyalakan layar penuh. Masalahnya, fitur ini tetap memerlukan daya berkelanjutan karena lapisan display dan sensor proximity harus tetap aktif.

Pada pengaturan bawaan Android 16, AOD disebut bisa menguras sekitar 1% hingga 2% baterai per jam jika ponsel diletakkan di meja sepanjang hari. Untuk menghemat daya, buka Settings, masuk ke Display, pilih Lock Screen, lalu matikan Always-on display.

Adaptive Connectivity dan auto-switching juga perlu dicek

Adaptive Connectivity dirancang untuk memilih jaringan yang dianggap paling efisien. Saat sinyal nirkabel melemah, sistem bisa otomatis beralih dari Wi‑Fi ke data seluler agar koneksi tetap stabil.

Pemantauan terus-menerus dan handoff radio semacam ini ikut memicu boros baterai. Di Android 16, Google memecah fitur ini ke beberapa toggle, dan pengguna bisa menonaktifkan bagian yang paling agresif lewat Settings, Network & Internet, lalu Adaptive Connectivity, kemudian mematikan Auto-switch to mobile network.

Bagi banyak pengguna, lima pengaturan ini jadi titik awal yang paling masuk akal saat baterai Android 16 terasa turun lebih cepat dari biasanya. Langkah-langkah tersebut tidak wajib dimatikan semua, tetapi pemeriksaan awal bisa membantu mengurangi konsumsi daya sebelum mencari penyebab lain yang lebih kompleks.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version