Anak Lereng Merapi Tak Lagi Sekolah Di Rumah Warga, Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Anak-anak di lereng Merapi, Kemalang, Kabupaten Klaten, kini tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk masuk SMA negeri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah merampungkan dan meresmikan SMAN 1 Kemalang, sehingga warga setempat akhirnya punya sekolah menengah atas negeri di wilayah sendiri.

Kehadiran sekolah ini menjadi jawaban atas kebutuhan yang lama dirasakan masyarakat. Sebelum ada sekolah negeri mandiri, para siswa harus menempuh perjalanan belasan kilometer atau belajar menumpang di rumah-rumah warga karena ruang sekolah yang terbatas.

Jawaban atas kebutuhan lama warga

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut SMAN 1 Kemalang sebagai bagian dari pemerataan pendidikan di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa sekolah itu juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Luthfi mengatakan fasilitas pendidikan harus bisa diakses seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menilai pendidikan sebagai salah satu instrumen dan tolok ukur kesejahteraan masyarakat.

Peresmian sekolah baru ini disambut antusias warga Kemalang. SMAN 1 Kemalang menjadi satu-satunya SMA yang ada di daerah tersebut, sehingga kehadirannya langsung menjawab kebutuhan lama masyarakat.

Dari kelas jauh ke sekolah negeri mandiri

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan bahwa pembangunan SMAN 1 Kemalang berawal dari kelas jauh pada tahun ajaran 2021/2022. Saat itu, kelas tersebut menginduk ke SMAN 1 Karangnongko dengan dua rombongan belajar atau 72 siswa.

Model kelas jauh itu terus berjalan hingga tahun ajaran 2025/2026. Jumlah siswanya kemudian meningkat menjadi 260 orang, sementara kegiatan belajar mengajar sempat berlangsung di rumah-rumah warga karena keterbatasan ruang di SMAN 1 Karangnongko.

Sadimin mengatakan permintaan masyarakat untuk membangun SMA di Kemalang terus menguat dari tahun ke tahun. Menurut dia, kebutuhan itu akhirnya terpenuhi setelah sekolah tersebut resmi dioperasikan.

Sekolah baru untuk wilayah blank spot

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut SMAN 1 Kemalang juga hadir untuk memenuhi harapan masyarakat di daerah blank spot. Angkatan pertama sekolah ini disiapkan untuk tiga rombongan kelas.

Luthfi menyampaikan kebanggaannya karena pembangunan pendidikan tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan fiskal. Ia menilai pemerintah masih mampu menghadirkan pendidikan yang layak bagi anak-anak.

Selain SMAN 1 Kemalang, Pemprov Jateng juga membangun empat unit sekolah baru lain yang sudah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026. Keempatnya adalah SMAN 1 Garung Wonosobo, SMAN 6 Kota Tegal, SMKN 1 Karangjambu-Purbalingga, dan SMKN 1 Tulis-Batang.

Masing-masing unit sekolah baru memiliki daya tampung 108 siswa. Total kapasitas dari empat sekolah itu mencapai 540 siswa.

Dukungan lewat sekolah kemitraan

Upaya pemerataan pendidikan tidak hanya dilakukan lewat pembangunan sekolah baru. Pemprov Jateng juga menjalankan program Sekolah Kemitraan dengan menggandeng 139 sekolah swasta di Jawa Tengah.

Total daya tampung dari seluruh sekolah dalam program itu mencapai 5.004 siswa. Pemerintah provinsi juga menyebut ada kemitraan dengan Sekolah Keberbakatan Olahraga dan SMK Negeri Jateng.

Bagi warga, kehadiran SMAN 1 Kemalang punya arti langsung dalam kehidupan sehari-hari. Rifani Dwi Alikah Putri, warga Desa Santan, mengatakan teman-temannya kini tidak perlu lagi pergi jauh ke Karangnongko atau Klaten kota untuk bersekolah.

Warga lain, Nurmala Putri Masdiani, menyebut sekolah baru itu sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pinggiran. Ia juga menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas berdirinya SMAN 1 Kemalang.

Source: kilasdaerah.kompas.com

Terkait