Ana/Trias Akui Banyak Mati Sendiri di Japan Open, China Open Jadi Ujian Respons

Author: Cung Media

Langkah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari terhenti di perempat final Japan Open 2026 setelah kalah dari pasangan Taiwan, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun. Ana/Trias menilai hasil tersebut lebih banyak dipengaruhi kesalahan dalam permainan mereka sendiri.

Pasangan ganda putri Indonesia itu kalah dua gim langsung dengan skor 18-21, 15-21 di Tokyo, Jepang, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kekalahan ini membuat mereka harus segera membenahi permainan sebelum tampil di China Open 2026 pekan depan.

Turnamen Tahap Lawan/Status Hasil
Japan Open 2026 Perempat final Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun Kalah 18-21, 15-21
China Open 2026 Turnamen berikutnya Fokus evaluasi Ana/Trias Berlangsung pekan depan

Kesalahan Mengganggu Ritme Permainan

Meilysa Trias Puspitasari mengatakan Ana/Trias terlalu sering kehilangan poin lewat kesalahan sendiri. Situasi itu membuat mereka tidak mampu menjaga tekanan secara konsisten terhadap Hsu/Lin.

“Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Banyak mati sendiri dan itu harus dikurangi ke depannya,” ujar Trias dalam keterangan PBSI.

Catatan tersebut menjadi evaluasi utama bagi Ana/Trias setelah perjalanan mereka berhenti sebelum semifinal. Japan Open 2026 sendiri merupakan turnamen BWF World Tour Super 750 yang digelar di Tokyo.

Hasil ini tidak dikaitkan Ana/Trias dengan faktor jadwal pertandingan ataupun kondisi lapangan. Mereka memilih melihat kekalahan tersebut sebagai persoalan yang harus diperbaiki dari sisi permainan sendiri.

Pengembalian Bola Kurang Aman

Febriana Dwipuji Kusuma menilai persiapan sebelum laga sebenarnya telah dilakukan dengan cukup baik. Namun, pengembalian bola yang kurang aman membuat pola permainan mereka tidak berjalan sesuai rencana.

“Kami sebenarnya sudah siap, tapi hari ini kurang safe mainnya. Banyak pengembalian bola yang mengambang dan kurang bagus,” kata Ana.

Bola-bola yang mengambang memberi Hsu/Lin kesempatan lebih besar untuk mengambil kendali reli. Pasangan Taiwan itu juga dinilai tampil disiplin dan mampu mempertahankan konsistensi permainan sejak awal hingga akhir laga.

Situasi tersebut membuat Ana/Trias sulit menemukan celah untuk mengubah momentum dalam dua gim. Mereka pun tidak berhasil memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

China Open sebagai Momentum Perbaikan

China Open 2026 akan menjadi kesempatan langsung bagi Ana/Trias untuk menunjukkan hasil evaluasi dari Tokyo. Fokus mereka tertuju pada pengurangan kesalahan sendiri serta peningkatan kualitas pengembalian bola.

Trias menegaskan pasangan ini ingin membawa respons yang lebih baik pada turnamen berikutnya. “Kami harus tampil lebih baik dan lebih fokus di China Open minggu depan,” tutup Trias.

Perbaikan fokus akan menjadi kebutuhan penting agar Ana/Trias dapat bermain lebih aman saat menghadapi tekanan dalam reli. Turnamen di China menjadi panggung berikutnya bagi pasangan Indonesia itu untuk membuktikan bahwa kekalahan di Jepang telah menjadi bahan pembelajaran.

Source: www.viva.co.id
Terbaru