AMPG Tanam 444.444 Pohon, Gerakan Hijau yang Diarahkan dari Jakarta

Author: Cung Media

AMPG menutup Diklat Kader Muda Nasional Gelombang III dengan langkah yang tidak biasa. Alih-alih berhenti pada seremoni penutupan, organisasi sayap Partai Golkar itu langsung menggarap gerakan hijau nasional dengan target penanaman 444.444 pohon.

Target tersebut disebut akan dijalankan berjenjang sampai ke tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi, menegaskan bahwa aksi itu harus memberi dampak nyata bagi keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Gerakan yang Melewati Batas Seremoni

Program penanaman pohon itu menjadi penutup dari diklat lima hari yang diikuti delegasi muda dari 36 provinsi. Penanaman simbolis dilakukan di halaman kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, sebagai tanda dimulainya gerakan yang lebih luas di daerah.

Said menyebut seluruh struktur AMPG akan ikut bergerak dalam program ini. Ia mengatakan penanaman 444.444 pohon akan melibatkan pengurus dari tingkat provinsi hingga desa agar gerakannya tidak berhenti di pusat.

Informasi Utama Rincian Keterangan
Agenda Penutupan Diklat Kader Muda Nasional Gelombang III PP AMPG Berlangsung di halaman kantor DPP Partai Golkar, Jakarta
Target penanaman 444.444 pohon Dijalankan oleh kader AMPG se-Indonesia
Peserta diklat Delegasi pemuda dari 36 provinsi Program berlangsung selama lima hari
Jenis bibit Beringin, buah-buahan, meranti, mahoni, durian Musang King Disesuaikan dengan identitas partai dan nilai ekologis-ekonomis

Alasan Lingkungan yang Ditarik ke Politik

Dalam keterangan yang dikutip www.viva.co.id pada Senin, 13 Juli 2026, Said menyebut bahwa penanaman pohon merupakan akhir dari pembekalan kepemimpinan yang diikuti anak muda dari berbagai provinsi. Ia menempatkan gerakan itu sebagai bagian dari kerja organisasi yang harus hadir langsung di masyarakat.

Said juga menyinggung persoalan lingkungan di banyak daerah, termasuk banjir bandang dan degradasi lingkungan. Menurut dia, kondisi tersebut membuat generasi muda perlu terlibat lebih serius dalam urusan keselamatan bangsa dan keselamatan masyarakat.

“Kita minta AMPG harus peduli dengan lingkungan. Anak-anak muda harus peduli terhadap keselamatan bangsa dan keselamatan masyarakat di mana saja berada,” ujarnya.

Pohon yang Dipilih Bukan Sekadar Simbol

Jenis bibit yang disiapkan juga dipilih dengan pertimbangan simbolik dan ekologis. Beringin dipakai karena menjadi simbol Partai Golkar, sementara bibit lain mencakup tanaman kayu keras dan pohon buah bernilai ekonomis.

Said menyebut penanaman juga mencakup meranti, mahoni, dan durian Musang King di sejumlah daerah. Dengan begitu, gerakan ini tidak hanya membawa pesan politik, tetapi juga nilai lingkungan dan manfaat ekonomi.

Ia bahkan menegaskan, “Dengan menanam satu pohon saja, kita menyelamatkan jutaan nyawa yang ada di negeri ini.” Pernyataan itu menjadi dasar moral dari gerakan penghijauan yang kini dibawa AMPG ke seluruh daerah.

Arahan Politik dan Antusiasme Kader Muda

Gerakan penghijauan ini juga disebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Said menilai organisasi sayap partai tidak cukup hanya bergerak di ranah politik, tetapi juga harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Di tingkat kader, program ini dianggap dekat dengan kepedulian Gen Z dan milenial terhadap isu ekologis. Seorang pengurus PP AMPG menyebut gerakan itu tidak semata diarahkan untuk memperkuat Partai Golkar menuju 2029, tetapi juga untuk menjaga masa depan lingkungan melalui aksi nyata di daerah.

Antusiasme juga datang dari peserta diklat yang hadir dari Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, hingga Papua. Mereka menyatakan siap menjalankan penanaman ratusan ribu pohon di wilayah masing-masing sesuai komando organisasi.

Dengan penutupan diklat yang diakhiri aksi penghijauan, AMPG mencoba menunjukkan bahwa politik bisa berjalan beriringan dengan kerja lingkungan. Target 444.444 pohon kini menjadi pekerjaan besar berikutnya bagi seluruh jajaran kader di Indonesia.

Source: www.viva.co.id
Terbaru