Di kisaran harga Rp5,4 juta sampai Rp5,9 jutaan, Infinix Note 60 Pro ternyata bukan satu-satunya pilihan yang menarik. Pasar mid-range justru dipenuhi beberapa model yang lebih agresif di sisi tertentu, mulai dari kamera, daya tahan, sampai performa game.
Karena itu, pilihan paling masuk akal bukan sekadar merek, melainkan kebutuhan harian yang paling penting. Ada ponsel yang terasa lebih aman untuk penggunaan lama, ada yang unggul untuk foto jauh, dan ada juga yang dibangun untuk mengejar skor performa tinggi.
Samsung Galaxy A37 menawarkan paket yang paling seimbang
Samsung Galaxy A37 hadir dengan Exynos 1480 berbasis 4 nm, layar 6,7 inci Super AMOLED 120Hz, dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus+. Perangkat ini juga membawa baterai 5000 mAh, pengisian 45 watt, serta sertifikasi IP68.
Dari desain, bodinya tergolong ramping dengan ketebalan 7,4 milimeter dan bobot 196 gram. Kamera utamanya memakai sensor 1/1.56 inci dengan 1.0µm pixels yang membantu performa low light lebih baik.
Harga Galaxy A37 tercatat Rp6,5 jutaan untuk varian 8/128GB dan Rp7,2 jutaan untuk varian 8/256GB. Opsi ini cocok untuk pembeli yang mengejar kombinasi layar, bodi, dan ketahanan yang terasa matang.
TECNO Camon 50 Pro 5G fokus ke kamera
TECNO Camon 50 Pro 5G masuk ke kelas Rp5 juta sampai Rp7 jutaan dengan fokus utama pada sektor kamera. Konfigurasinya mencakup kamera utama 50MP, ultrawide 8MP, telephoto 50MP dengan zoom optikal 3 kali, dan kamera selfie 50MP.
Kamera telephoto tersebut juga mendukung zoom hybrid hingga 100 kali, sehingga perangkat ini lebih fleksibel untuk portrait maupun objek jauh. Sensor SONY LYT-700C berukuran 1/1.56 inci ikut menjaga performa di kondisi low light.
Di sisi lain, ponsel ini memakai Dimensity 7400 Ultimate 4 nm dengan skor AnTuTu v11 944781, baterai 6500 mAh, dan pengisian 45 watt. Perlindungan IP69K, IP69, IP68, dan IP66 membuatnya tahan cipratan, air bertekanan tinggi, air panas, hingga kedalaman 1,5 meter.
Motorola Edge 70 Fusion mengandalkan baterai besar dan bodi tipis
Motorola Edge 70 Fusion membawa baterai 7000 mAh dalam bodi setebal 7,2 milimeter dengan bobot maksimal 193 gram. Motorola menyebut daya tahannya bisa mencapai 50 jam, sementara pengisian dayanya 68 watt.
Dari sisi tampilan, perangkat ini hadir dengan rumah kamera mengotak berisi empat bulatan, layar curved, warna PANTONE, dan back door berbahan kulit sintetis. Jeroannya memakai Snapdragon 7s Gen 4, sedangkan kamera utamanya 50MP menggunakan sensor SONY LYT-710.
Varian 8/256GB dibanderol Rp6,2 jutaan, namun ada juga harga diskon Rp5,9 jutaan. Pada level itu, kombinasi baterai besar dan desain tipis membuatnya terasa relevan untuk pengguna yang aktif seharian.
REDMI Note 15 Pro 5G paling menonjol di ketahanan
Xiaomi menempatkan REDMI Note 15 Pro 5G sebagai HP titan dengan fokus pada daya tahan. Perangkat ini membawa baterai Si/C Li-Ion 6580 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 6 tahun, hingga 2 hari, dan memutar video selama 27 jam.
Ketahanannya diperkuat sertifikasi SGS untuk jatuh dari ketinggian 2,5 meter, serta IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Layar AMOLED 6,83 inci juga dilapisi Corning Gorilla Glass Victus 2.
Untuk performa, Xiaomi memakai Dimensity 7400 Ultra 4 nm dengan AnTuTu v10 652862. Harga varian 8/256GB berada di Rp4,8 jutaan, sedangkan varian 12/512GB dijual Rp5,7 jutaan.
POCO X8 Pro paling ngebut untuk game
POCO X8 Pro membawa Dimensity 8500 Ultra 4 nm dengan skor AnTuTu v11 2074721. Kombinasi RAM hingga 12GB, penyimpanan UFS 4.1, dan WildBoost Optimization membuatnya lebih siap untuk multitasking dan game.
Agar suhu tetap terjaga, POCO memasang IceLoop Cooling System seluas 5300 mm². Ponsel ini juga memakai frame metal, baterai 6500 mAh, dan pengisian 100 watt yang diklaim penuh dalam 48 menit, plus dukungan wireless charging 27 watt.
Harga POCO X8 Pro dimulai dari Rp4,7 jutaan untuk 8/256GB, Rp5,1 jutaan untuk 8/512GB, hingga Rp5,7 jutaan untuk 12/512GB. Ada juga varian Iron Man Edition dengan harga Rp5,9 jutaan, sehingga posisinya sangat dekat dengan banderol Infinix Note 60 Pro.
Source: www.idntimes.com






