Alfa Romeo Tonale akhirnya terlihat seperti SUV kompak yang benar-benar punya alasan untuk dipilih. Setelah facelift, harga yang turun sekitar $15.000, dan hilangnya varian PHEV di Amerika, model 2026 ini terasa lebih matang, lebih masuk akal, dan jauh lebih menarik untuk dikendarai.
Perubahan paling penting justru bukan pada satu fitur besar, melainkan pada paket keseluruhannya. Sport Speciale yang menjadi trim tertinggi memperlihatkan bahwa Tonale kini tidak lagi hanya mengandalkan gaya, tetapi juga karakter yang lebih hidup dan lebih meyakinkan di jalan.
Desain yang lebih dewasa
Tonale memang tidak berubah total, tetapi Alfa Romeo memberi sentuhan luar yang membuat tampilannya lebih percaya diri. Wajah depannya kini tampak lebih tajam, sementara gril yang terhubung dengan supercar 33 Stradale memberi kesan yang lebih kuat.
Lampu belakang baru juga ikut menyumbang karakter, terutama saat malam. Di sisi lain, roda tiga lubang khas Alfa tetap menjadi detail yang mudah dikenali dan memberi sentuhan emosional yang jarang muncul di kelas ini.
Ada juga sisi unik yang tetap terasa khas Alfa, meski tidak selalu praktis. Bentuk kaca pintu belakang yang menjorok ke luar dekat garis atap bisa membuat tangan atau tubuh terbentur saat membuka pintu tanpa hati-hati.
Kabinnya naik kelas, meski belum merata
Di dalam, Tonale menawarkan beberapa titik kuat yang langsung terasa. Kursi depan nyaman untuk perjalanan jauh, tetapi tetap cukup mendukung saat mobil dipacu lebih cepat.
Paddle shifter aluminium berukuran besar juga menjadi salah satu nilai jual paling jelas. Material logamnya memberi rasa premium setiap kali digunakan, bahkan sebelum pengemudi benar-benar berpindah gigi.
Alfa juga menjaga detail kecil yang membuat kabin terasa lebih serius. Logo merek di area wireless charging dibuat halus, sementara tombol fisik untuk pengatur suhu tetap dipertahankan dan mudah digunakan.
Namun, tidak semua bagian kabin punya kualitas yang sama. Switchgear di setir terasa lebih murah dari harapan, tuas transmisi kurang berbobot, dan beberapa material plastik di kabin serta bagian atas dasbor belum memberi kesan mewah.
Layar infotainment juga terasa kecil menurut standar modern, tetapi sistemnya bekerja dengan baik. Tonale jelas lebih menekankan rasa berkendara daripada mengejar ukuran layar yang besar.
Baris kedua dan bagasi bukan keunggulan utama
Bagian belakang menunjukkan batas paling jelas dari paket ini. Ruang kaki masih cukup, tetapi garis atap yang sangat menurun membuat area belakang terasa sempit dan agak gelap untuk penumpang bertubuh tinggi.
Meski begitu, Alfa tetap memberi material dan pelapis yang mirip dengan baris depan. Itu membuat baris kedua tidak terasa seperti ruang sisa, sesuatu yang masih jarang di segmen ini.
Bagasi di belakang kursi mencapai 27 cubic feet. Angkanya tidak besar, tetapi masih memadai untuk kebutuhan harian, terutama karena Tonale memang lebih menonjolkan pengalaman berkendara daripada kapasitas angkut maksimal.
Mesin non-hybrid justru terasa paling hidup
Sport Speciale memakai mesin 2.0 liter turbo empat silinder dengan tenaga 268 hp dan torsi 295 lb-ft. Secara angka, itu bukan yang paling buas di kelasnya, tetapi cukup untuk membuat Tonale terasa responsif.
PHEV memang lebih cepat di atas kertas, tetapi versi non-hybrid ini terasa lebih ringan dan lebih sigap saat pedal gas diinjak. Hasilnya, karakter berkendaranya justru terasa lebih hidup dan lebih menyenangkan.
Steering menjadi salah satu kekuatan terbesar Tonale. Arahnya akurat, langsung, dan komunikatif, sementara sasis bereaksi cepat saat mobil diajak masuk tikungan.
Adaptive dampers juga memberi kontribusi besar pada rasa berkendaranya. Suspensi membuat mobil lebih stabil saat dipacu, tetapi tetap nyaman dipakai santai di dalam kota.
Saat mode manual aktif, paddle shifter memberi hiburan tambahan yang nyata. Transmisi merespons cepat dan perpindahan gigi terasa memuaskan, sehingga pengemudi lebih sering terdorong untuk menurunkan gigi.
Konsumsi bahan bakarnya juga masih masuk akal untuk crossover AWD dengan tenaga hampir 270 hp. Angkanya sekitar 24 mpg combined, cukup layak untuk paket seperti ini.
Harga baru membuatnya jauh lebih mudah dipahami
Masalah terbesar Tonale masih ada di transmisi sembilan percepatan pada kecepatan rendah. Saat melaju santai di perumahan atau terjebak macet, gearbox ini kadang terlihat bingung mencari gigi yang pas.
Perilaku itu membuat mobil sesekali terasa kaku dan ragu-ragu dalam penggunaan harian. Namun saat pengemudi menekan gas lebih dalam, sebagian besar masalah itu mereda.
Di sisi harga, posisi Tonale sekarang jauh lebih sehat. Sport Speciale dibanderol sekitar $45.000, sedangkan varian yang lebih rendah dimulai sekitar $40.000.
Dengan harga seperti itu, Tonale kini lebih mudah dilihat sebagai alternatif yang serius di antara BMW X1, Audi Q3, dan Dodge Hornet yang masih punya hubungan dekat. Mini Countryman juga tetap hadir sebagai lawan dengan harga awal lebih rendah dan karakter yang lebih whimsical.
Untuk pertama kalinya, Alfa Romeo Tonale terasa seperti mobil yang tidak hanya menarik di atas kertas, tetapi juga lebih layak dibeli. Banyak calon pembeli bahkan mungkin masih mengira harganya lebih tinggi dari kenyataan, dan kali ini asumsi itu justru bermain untuk keuntungan Alfa Romeo.
Source: www.carscoops.com






